Thursday, January 10, 2008
the last farewell and the first welcome
Thursday, December 27, 2007
you never asked | the hidden part
"Ndri, gue cabut ya?" kataku.
"ok man, see you tomorrow." kata Andri.
"sip." balasku.
aku pergi dari rumah Andri, kira2 jam 6. ya.. setengah 7 deh. langsung jalan ke rumah Kenichi, kayaknya belum kemaleman deh.. aku menyusuri jalan arteri pondok indah yang lumayan macet. dan sesekali mengumpat, kenapa sih busway keparat ini dibangun disini..? bikin tambah macet aja. karena bosan, aku mengeluarkan handphone.. kemudian menekan speed dial 2.. terdengar nada sambung..
"halo, eh, lo dimana?" tanyaku.
"eh gue lagi di TA" jawabnya.
"oh, lg ngapain?" tanyaku lagi.
"ngga sih, abis dari kantor, lagi jalan2 aja, eh gue lagi sama temen gue nih, ntar aja telpon lagi ya?" balasnya.
"oh ok deh.." jawabku.
dan aku menutup telpon.. kalau kalian semua pada penasaran barusan itu siapa, nanti ada kok penjelasannya, hehehe.. kemudian, kembali menghadapi jalan arteri yang macet berat.. setelah sampai di rumah Kenichi, aku kembali mengeluarkan handphone.. ya tentu saja untuk menelpon dia. memberi tahu bahwa aku sudah memarkir mobilku di depan rumahnya.
"halo, Ken, gue udah di depan rumah lo nih." kataku.
"eh, iya, siapa nih?" tanyanya.
"buset, ini gueeeh, Brandon." kataku.
"HAH? ya oloooh Be, lo didepan rumah gue?? aduuuh gue baruuu aja mo cabut. lo ngga telpon gue dulu sih, gue pikir lo ngga jadi kemari Be." jawabnya kaget.
"waduh, mo cabut kemana lo?" tanyaku lagi.
"ke citos. ada temen gue baru dateng dari australi, pengen ketemu dia." jelasnya.
"ooh yaudah deh ngga papa, gue pikir lo dirumah, hehe.. abis tadi lo bilang kan malem ini ngga kemana2. yaudah deh gue cabs lagi aja kalo gitu." jawabku.
"ah serius lo, ngga enak gue jadinya." katanya.
"ngga papa kok, lain kali aja gue pinjem DVD nya." kataku.
"sori banget ya Be, serius dah gw ngga tau lo mau kemari, soalnya tadi gw telpon hp lo ngga aktif. lagian temen gue dateng--" jelasnya.
"iya tadi hp gue lagi di charge, nevermind.. gue cabs yak?" potongku.
"trus lo mau kemana nih?" tanyanya.
"gampang lah, paling gue ke tempat gebetan gue." jawabku.
"beuh. sejak kapan lo punya gebetan? siapa? kok gue ngga tahu, kok lo juga ngga pernah cerita ke gue sih?" tanyanya.
"well.. you never asked.. udah ah gue cabut ya? takutnya ntar kemaleman." jawabku.
"hahahah.. ok deh ok.. sori banget ya Be." katanya.
"yo, ngga papa." jawabku singkat.
dan kemudian aku kembali menyalakan mobil. aku mengeluarkan handphone sekali lagi. kemudian menekan tombol speed dial 2. ya, aku mencoba menghubungi Priscilla kembali. terdengar suara operator..
"nomer yang anda tuju sedang sibuk.." terdengar suara si mbak-mbak voice mail.
kutunggu 5 menit.
kucoba sekali lagi.
"nomer yang anda tuju sedang sibuk.." si mbak-mbak voice mail itu menjawab lagi.
sekali lagi dapet piring nih, pikirku.
hmm.. she's on the phone. coba lagi deh, nanti. aku sampai di perempatan permata hijau. suasana jalan cukup sepi. aku mencoba menelpon sekali lagi.. masih sibuk.. sepertinya aku tak punya pilihan lain selain langsung mengarahkan mobilku ke karawaci. mudah-mudahan Priscilla belum pulang. setidaknya masih di jalan, itu harapanku.. suasana jalan yang sepi membuatku merasa sangat sendirian, kesepian. biasanya kalau aku sedang kesepian, aku nyetir. ya nyetir kemana saja kemanapun roda ban mobilku berputar. saking ngga ada kerjaan, aku pernah nyetir jam 1 malam hanya untuk mengitari tol dalam kota. sambil menyetel lagu yang membuat suasana semakin menghanyutkan. yang membuat dada rasanya seperti ditusuk seribu jarum. sesak, sakit. tapi asalkan setelah itu aku bisa menangis dan melupakan semuanya, tak apalah. aku membuka phonebook di handphone, mencoba menghubungi temanku yang lain, untuk sekedar ngobrol dan curhat, menemani perjalanan yang sepi ini. ah iya, sudah lama aku ngga nelpon Utha. kucoba menekan tombol dial. tapi ternyata handphonenya ngga aktif juga. list nama di phonebookku sudah habis, dan tak ada satupun yang bisa aku telpon untuk curhat. aku bingung. sama siapa lagi aku bisa curhat? oke. aku bukan orang yang mau menyesal kemudian dan berandai andai, "bagaimana kalau.." atau "seandainya saja.." jadi aku langsung tancap gas dan ngebut ke karawaci. mobil kupacu kencang dan tanpa sadar aku sudah memasuki gerbang tol karang tengah. there's no turning back now. masih jam 8, mungkin masih ada harapan Priscilla belum sampai di karawaci. aku tak peduli apapun outcome nya nanti, yang penting sampai disana dulu deh.
dalam perjalanan di tol setelah melewati karang tengah, bayangan masa lalu mulai mengisi benakku. aku sempat berpikir bagaimana caranya untuk bisa mendapatkannya kembali. this part of my life, i call it "being selfish". ya, ini bukan tentang dia, tapi tentang aku. aku butuh dia. untuk menemani hari hariku. mengisi kekosongan hatiku. entah kenapa lagu "john mayer - back to you" yang dari tadi kuputar tak bosan bosannya aku dengarkan berulang ulang. jatuh cinta? ya, mungkin. aku sendiri tak tahu. tapi yang pasti aku butuh dia. itu saja sudah cukup untuk jadi alasan kenapa aku ingin kembali padanya. bayangan dari tahun-tahun yang lalu terus menghantui. tahun pertama, aku mendapatkan ciuman pertamaku darinya. tahun kedua, ulang tahun ke 17 yang tak akan pernah kulupakan. tahun ketiga, kebersamaan kita di kampus. tahun keempat, dia melanjutkan S2 di australia. tahun kelima, saat aku kembali ke rumah, tiba tiba dia sudah menunggu di depan rumah, ternyata dia pulang dari australia. tahun ke enam, dia kembali ke indonesia untuk selamanya, tapi kita malah berpisah. dan ini adalah tahun ketujuh, hampir memasuki tahun kedelapan sejak aku berpacaran dengannya. pikiran-pikiran itu membuatku memacu mobilku makin kencang. hingga akhirnya sampailah aku ke karawaci. aku memarkir mobilku di benton junction. kenudian beranjak ke coffe bean and tea leaf. aku memesan tea latte, english breakfast. kemudian mencari tempat duduk di luar, supaya bisa merokok. untung malam ini tidak hujan, pikirku. aku membuka laptop, ah ada wi-fi gratis, aku pun menyalakan yahoo messenger, kemudian mencoba menelpon Priscilla sekali lagi..
"halo." sapaku.
"halo.." jawabnya dengan nada agak mengantuk dan capek.
"dimana lo?" tanyaku.
"gue udah di rumah.." jawabnya dengan suara pelan.
"oh.. ok.." kataku.
"eh nanti gue telpon lagi ya.. bentar." katanya.
"ok.." jawabku singkat.
aku terdiam sejenak. ternyata Priscilla sudah sampai di rumah. lalu apa yang aku lakukan disini? seperti orang bodoh. yup. this part of my life, i call it "being stupid". ditemani sebuah laptop, dengan kondisi baterai penuh. sebuah koneksi internet wi-fi gratisan, yang kadang putus-nyambung. secangkir tea latte panas, yang sepertinya akan segera dingin karena udara malam ini dingin sekali. sebungkus rokok, yang apinya harus kusambung terus karena aku lupa membawa korek, tertinggal di mobil. dan iTunes, dengan lagu "john mayer - back to you" yang kudengarkan lagi di laptop dengan headset. kecewa? mungkin. sedih, pastinya. sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan seperti ini. seperti ditusuk tusuk seribu jarum. ya seperti yang sudah kukatakan tadi. mungkin setelah ini aku akan kembali menyetir, tanpa tujuan. hanya menyetir dan mendengarkan lagu keras-keras, sampai akhirnya aku bisa menangisi ini semua, dan melupakannya. tak apalah. aku sempat chatting dan curhat dengan Cynthia, temanku yang sekarang sedang di australia, melanjutkan kuliah disana. hey, thanks for being there for me when i really need someone. awas lu kalo balik kemari ngga ketemu gue. dosa 7 turunan lo. hahaha.. selagi aku menulis tentang ini, rokokku sudah habis sebelas batang, dan aku mulai menyalakan batang keduabelas. udara makin dingin. aku melirik handphoneku. tak ada missed calls, tak ada sms. kosong. sepi. seperti suasana meja dan kursi coffe bean yang aku duduki malam ini. tak ada orang lain. hanya laptop, tea latte, handphone, iPod, dan rokok. oh iya, kunci mobil. hanya barang barang itu yang menemani. dan sepertinya akan segera aku bereskan karena internet wi-fi gratisan itu juga sudah dimatikan, bistro delifrance sepertinya sebentar lagi akan tutup. sama halnya dengan rokok keduabelasku yang sebentar lagi tutup, alias habis. huff.. duabelas batang rokok kuhisap dalam waktu kurang lebih satu jam..
tanggung ah, sebentar lagi tulisan ini akan selesai. jadi aku menyalakan rokok ketigabelas. expectation hurts sometimes. ibuku sering bilang, "kamu jangan suka berharap terlalu tinggi, nanti kalo jatuh, sakit." yah semua orang juga tahu tentang itu, tapi mereka masih berharap toh? jadi aku pikir tidak ada salahnya berharap. harapan akan terwujud bila kita berusaha, tapi akhirnya Tuhan yang menentukan. memang kadang kejam, tapi itulah yang terbaik untuk kita. kadang apa yang kita pikir baik menurut kita, belum tentu baik menurut Tuhan. mungkin kali ini aku kurang beruntung, tapi masih ada besok, dan lusa. who knows i might get lucky? shit. udara makin dingin, rokok ketigabelasku habis, tea latteku makin dingin. dan ini sudah jam 10:45. sudah ah, sambil aku menyalakan rokok keempatbelas, sebaiknya aku segera beres beres. aku menyalakan wi-fi laptopku untuk melihat apakah ada wi-fi gratisan lainnya yang bisa aku gunakan untuk mem-post tulisan ini. ternyata tidak ada wi-fi gratisan lagi. semuanya sudah dimatikan. oh well, mungkin aku post tulisan ini nanti saja dari rumah. baterai laptopku masih tersisa 30%. rokokku masih tersisa 6 batang, lumayan lah untuk teman di perjalanan nanti. dan tanpa kusadari lagu "john mayer - back to you" ternyata sudah kuputar 46 kali. entah sudah berapa kali hitungannya di iPod ku, soalnya sudah kuputar sejak tadi di mobil. oke. rokok keempatbelasku habis. aku mematikan rokok, menghabiskan tea latte, dan beres-beres, and this time it's for real. i'm outta here..
[Brandon Ruffian, Karawaci 26 Desember 2007, 10:50 PM]
cigs remaining : 6 unit.
tea latte : finished.
battery life : 25%.
weather : freezing.
Tuesday, August 07, 2007
catatan antara tujuh dan delapan | infinite loop
harusnya kita semua malu sama anak umur 2 tahun. anak umur 2 tahun, baru bisa apa sih? yaelah, baru bisa belajar jalan. tapi emangnya anda pernah liat anak kecil yang baru belajar jalan, berhenti belajar sebelum dia bisa jalan? kalo semua orang kaya gitu, wah, dunia kiamat. anak kecil itu ngototnya setengah mati. minta ini itu ngga dikasih, ngambek. belajar jalan, walaupun berkali2 jatoh, sampe nangis meraung2, tetep aja jalan terus, sampe dia bisa jalan sendiri. tentunya dengan bantuan dan support dari orangtuanya, yang selalu mengatakan "ayo jalan, kamu pasti bisa!". yah itulah orang tua. mereka ngga akan berhenti2nya mendukung kita, sampe kita sukses. tapi kita? makin gede bukannya makin ngotot, yang ada malah makin males. coba aja, ngga usah jauh2, di sekolah kita dapet ranking jelek, langsung bolos 3 hari. di kampus dapet IP jeblok, masa bodo, ngga masuk kuliah 3 minggu. kerjaan numpuk, dimaki2 sama bos, deadline ngga kelar2, bawaannya pengen ngabur, melepaskan diri dari semua masalah itu. bahkan kadang ditolak cewe aja rasanya pengen bunuh diri. buset. bayangin aja kalo anak kecil lagi belajar jalan, terus jatoh, terus nangis meraung2 bilang "huaaa.. ngga mau belajar jalan lagi, sampe kapanpun juga ngga akan bisa, mau bunuh diri aja!!" buset. dunia bener2 kiamat kalo gitu caranya. nah, makanya tadi saya bilang, harusnya kita malu sama anak umur 2 tahun.
musuh besar dari kehidupan yang luar biasa, adalah kehidupan yang nyaman. kita ngga akan pernah sampai ke kehidupan yang luar biasa kalo kita terus2an berada di zona nyaman. inilah yang membedakan orang gagal dengan orang sukses. memang, keduanya sama2 punya waktu 24 jam dalam 1 hari. orang gagal, sepanjang waktu, selalu berada di zona nyaman. bedanya dengan orang sukses, orang sukses pasti akan rela menunda kenyamanan demi mengejar kehidupan yang luar biasa. orang gagal adalah orang yang selalu bilang sibuk, padahal dia punya banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan. diajak ikut seminar, ah saya sibuk. diajak mengembangkan bisnis, ah saya ngga ada waktu ngurusin begitu2an. coba bayangkan, bangun jam 9, berangkat ke kantor jam 10, sampai di kantor jam 11, makan siang jam 12 sampe jam 3, lalu pulang kantor jam 5, nonton tv sampe larut malam, kemudian tidur. besoknya bangun lagi jam 9. nyaman kan? serasa jadi bos. emang bener, nyaman. tapi, emangnya kita bos? bisa seenaknya? tunggu di PHK deh, baru tau rasa. tapi orang sukses, di sela2 kesibukannya dia rela mengorbankan waktu luangnya, untuk menata kehidupan yang lebih baik. coba bayangin, rela ngga kita malem2 jam 10 masih baca buku pengembangan diri? rela ngga jam 2 pagi solat tahajud? rela ngga jam 4 pagi solat subuh? rela ngga bangun pagi jam 6? rela ngga berangkat beraktifitas jam 7? rela ngga kita kerja keras 2 sampai 5 tahun ini untuk mewujudkan rencana masa depan yang lebih baik?
saya ingin berbagi sebuah prinsip yang saya ciptakan sendiri, dan selalu saya tanamkan di kepala saya, di dunia ini ngga ada orang yang pintar atau bodoh. yang ada hanya : "tahu lebih dulu". bayangin aja anda waktu TK. emangnya anda begitu masuk TK langsung tau 1+1 berapa? atau ngga, begitu naik kelas 4 SD emangnya anda langsung tahu rumus phytagoras itu apa? kalo emang iya berarti saya ngga tahu anda makhluk planet apa. caranya kenapa anda bisa tahu, itu ya dikasih tahu, oleh orang yang tahu lebih dulu. dalam hal ini guru. ok katakanlah si A belum diajarkan guru tapi udah tahu rumus phytagoras itu apa. kenapa bisa begitu? mungkin dia tahu lebih dulu dari buku pelajaran yang dia baca. kenapa dia bisa baca duluan? mungkin dikasih tahu oleh orang tuanya, bahwa kalo mau berhasil di sekolah, selain belajar sama guru, belajar sendiri baca2 buku pelajaran. semua perbedaan yang kita temui di dunia ini, ngga lepas dari satu hal itu. yang membedakan pengetahuan orang yang satu dengan yang lainnya, semata2 hanyalah karena salah seorang dari keduanya, "tahu lebih dulu". lalu poinnya apa? ya what's the point gitu loh? poinnya, kalo ada orang yang lebih tahu daripada anda, bertanyalah kepada orang itu, dan orang2 yang juga tahu lebih dulu. walaupun anda tahu belakangan, kalo orang lain bisa, berarti setelah tahu, ANDA JUGA BISA!
saya punya sedikit saran untuk menghadapi kegagalan. saat kita gagal, orang cenderung menjauhkan kita dari kegagalan tesebut, ada yang dengan cara baik2. seperti : "udah kamu ngga usah coba lagi, nanti kamu gagal lagi, ntar pusing lagi, sakit lagi" dan sebagainya. ada juga yang ngasih taunya dengan celaan dan ejekan, seperti misalnya : "tuh kan gue kate juga ape. ngga mungkin bisa dah lu! nih potong kuping gue kalo lu bisa sukses jalanin beginian!" nah kan, ditawarin potong kuping tuh. sekarang anda inget2 tampang orang yang ngejek anda itu, kalo perlu difoto dan dicetak atau disimpen di hp anda. setiap anda merasa down atau putus asa, inget2 wajahnya, atau liat fotonya. lalu katakan ini dalam pikiran anda : "ini nih yang ngejek2 gue pas gue jatoh. kalo gue tetep down terus, berarti gue kemakan omongan dia dong? berarti gue percaya sama omongan dia dong? berarti gue rela dong diejek2 dia, bilang bahwa gue gagal?" kalo anda masih percaya bahwa andalah yg paling bener, pasti anda akan bangkit lagi. sekarang terserah anda, mau membenarkan omongan orang yang mengejek anda, atau membenarkan omongan diri sendiri?
[Bondan, 7 Agustus 2007, 16:53 PM, sambil mengambil langkah pertama dalam perjalanan 1000 mil menuju sukses]
Saturday, July 07, 2007
catatan antara enam dan tujuh | shit happens
- John Mayer, Any Given Thursday.
"if it doesn't kill you, then it'll only make you stronger."
- a friend.
"love sucks."
- me.
shit happens. sorry, i just don't feel like writing.
Friday, June 01, 2007
catatan antara lima dan enam | the phone that never rings
~bondanrastika : nar
~XDirtyLittleSecretsX : oit
~bondanrastika : lo di bandung kan?
~XDirtyLittleSecretsX : io
~bondanrastika : eh besok gw ke bandung hahahahahh
~XDirtyLittleSecretsX : ktemu boii
~bondanrastika : lo besok ga ada kerjaan?
~XDirtyLittleSecretsX : ga. mau motret?
~bondanrastika : mauuuuuuuuuu
~XDirtyLittleSecretsX : hahahaha
alhasil jadilah saya berangkat hari itu ke bandung. begitu nyampe, saya langsung menjemput Nara dan kita berangkat ke lokasi, lalu setelah pemotretan selesai, kita lanjut makan, hahaha.. pasti kaget kalo tahu saya pesen apa aja. let's see.. Beef Gordon Bleu (disajikan dengan sedikit spaghetti dengan saus tomat dan daging cincang) eits, bukan itu aja. setelah Beef Gordon Bleu selesai disikat, saya langsung memanggil mas mas nya, lalu pesen Spaghetti Carbonara. hahaha.. walaupun namanya keren, tapi rasanya lebih mirip mie goreng telor keju. hahaha.. gawat. saya makan seperti orang kesurupan. tapi tetep aja ngga gemuk2. sempet ngga bisa bangun beberapa saat. berhubung tempatnya rada rame dan yang baru dateng pada ngga kebagian kursi, jadi kita dengan penuh kesadaran pergi dari situ, hahaha. anyway, kembali lah kita ke rumahnya Nara, maksudnya sih saya mau balik ke jakarta besok pagi2 setelah hunting foto sunrise. berhubung malemnya online di warnet sampe jam 2 pagi, kemudian di rumah masih begadang ngedit2 foto sampe jam 4. padahal tinggal 1 jam lg berangkat, tapi ini mata sama badan kok rasanya berat amaaat. yah, jadilah kita berdua molor dengan santainya. lewat lah itu sunrise, tapi emang lagi mendung dan ujan sih, jadi ngga papa juga sih molor. soalnya sesampainya di jakarta saya masih harus mengerjakan rekaman lagu bareng temen2 yang lain. jadi mending istirahat deh.
a bit about my life recently, sepi. tidak begitu banyak panggilan yg bikin handphone saya berdering, atau sms yg bisa bikin isi inbox saya lebih dari 10. tidak banyak pula yang terjadi di Friendster, di deviantArt, di Blogger, atau di Forum. tidak banyak orang yang bisa diajak ngobrol di yahoo messenger, ataupun msn. e-mail pun hanya datang dari milis alumni SMA dan forward2-an lucu2 dari teman2 saya. selebihnya tidak ada yg spesial. belum ada "foto baru" yang biasanya selalu saya pajang di meja saya. maksudnya foto pacar saya, gitu. berhubung ngga punya, jadi ya ngga ada yg dipajang. belum ada ide baru untuk menulis lanjutan "you never asked". hmm, mungkin bocoran sedikit nih ya, setelah Amelie Ashcroft, ada Nikki Danielle Ambersong, lalu nanti ada Daphne Finnigan, wah siapa ya itu? hehehe tunggu saja kelanjutannya, Daphne masih lama kok munculnya. by the way, saya sekarang pindah ke kamar baru lhoo. well.. setelah kamar saya yg lama dikorbankan buat melebarkan garasi dan ruang tamu. akhirnya dikasih kamar baru di atas garasi, hahaha. dan kemarin baru saja pasang AC, huhuhu dinginnya mantap cihuuuy.. kalau malam, jendelanya dibuka, lumayan dingin juga. sekalian bisa duduk di kasur dan ngerokok dari situ. hahaha. kalo ketauan mama saya ngerokok di kamar, pasti digantung. sebelum saya sempat mengeluarkan pernyataan defense apapun, pasti beliau langsung berteriak "Bon!!! kalo ngerokok diluar dong!!!" hmm.. despite of inspite of all this and that, yah intinya lima kali ini memang sepiii sekali.
suatu malam di akhir lima saya sempat terdiam saat ingin memejamkan mata dan tidur. entah apa yang saya pikirkan, tanpa sadar, diluar keinginan saya, tiba2 dada ini serasa ditusuk2. sesak. merinding. gemetar. mata ini berair. kemudian pipi terasa basah. tak tahu kenapa tiba2 banjir begitu saja. mending kalau cuma ditusuk. rasanya lebih mirip ditusuk pakai pisau, lalu pisaunya itu digoyang2kan di dalam. kebayang ngga sih gimana rasanya? kalau jatuh cinta rasanya sesakit ini, sumpah, saya ngga akan mau jatuh cinta lagi. ever. hampir tiap malam saya mem-brainwash otak saya dengan lagu itu. "i'm not in love, i don't wanna fall in love, i don't wanna talk about love, i don't wanna hear you cryin 'bout love". sampai sekarang, lagu itu sudah diputar sebanyak 903 kali. (oh my god. am i that desperate?) sampai sekarang pun perang itu masih berlanjut. antara "saya yang masih mencari2 celah untuk mendapatkan cinta" dan "saya yang berusaha membunuh perasaan suka itu". saya sendiri ngga tahu, saya yang sekarang ini saya yang mana? tapi satu yang pasti saya tahu. bukan diantara dua itu. karena saya masih bingung mau memilih jalan yang mana. tauk ah. pusing.
people change, nobody's perfect. as well as in life, there's no such thing as perfect life. be optimist, but not overconfident. you can't always tell yourself "i can do this! i won't give up!". in other words, know your limitations. know when you have to give up, stop, learn your mistakes, and then start all over again.
[Bondan, 1 Juni 2007, 04:04 AM, listening to "not in love", over, and over, and over again..]
Thursday, May 24, 2007
harus berapa kali
aku jatuh lagi.
hingga aku bisa mati.
ditelan bumi.
musnah!!!
mampus!!!
aku lelah berteriak.
mitokondria di tubuh ini sudah mati.
hemoglobin di darah ini sudah berhenti.
mata ini tertutup, terkunci.
begitu pula hati, dan hati.
aku lelah, retak.
waktunya tidur.
tapi aku tak tahu kapan HARUS, AKAN, bahkan BISA bangun lagi.
bondanrastika@24/5/07 - 00:15 AM [sedang TIDAK ingin bercinta]
Wednesday, May 23, 2007
not in love
i don't wanna fall in love
i don't wanna talk about love
i don't wanna hear you cryin 'bout love
cos i'm not in love
so tired of being in love
i don't think i'm ready for love
you'll never understand my love
monday morning
i woke up right after the ring of my phone
you came right in
just when the rain starts to pour on my home
tiny spaces
i threw myself inside the room for squares
funny faces
there's more to think than others have to share
so you better pack your bag
cos my heart's already cracked
don't you dare to come back
cos i've told you oh so many times that
i'm not in love
i don't wanna fall in love
i don't wanna talk about love
i don't wanna hear you cryin 'bout love
cos i'm not in love
so tired of being in love
i don't think i'm ready for love
you'll never understand my love
[Bondan, Rabu 23 Mei 2007, 11:11 AM, a song for Daphne Finnigan]
song available for download here
Monday, May 14, 2007
you never asked | part seven
"hello, D. did you remember your civic?" tanyaku.
"yeah, but what's with that question all of a sudden?" jawabnya agak bingung.
"cause i saw it. in fact, i'm looking at it right now." jelasku.
"yeah, so?" jawabnya, masih terdengar agak bingung.
"it's wrecked. looked like it went to an accident just now, the engine was still covered in smokes." kataku.
"WHAT!! did you said it was wrecked!?" jawabnya, aku harus menjauhkan telepon itu dari telingaku, hampir saja telingaku pecah mendengarnya.
"yup, no doubt about it. and one thing that's been bothering me." kataku.
"well, what is it?" tanya Daryl.
"Amelie's purse was inside. that's one more last thing i'd be doubting." jawabku.
"well, you see. when my dad decided that we should sold the car, Amelie somehow heard it. and then she bought it." Daryl menjelaskan.
"so it IS Amelie's car that i'm looking at?" aku memastikan.
"yes, no doubt about it as well." jawabnya. suaranya terdengar yakin sekali.
"and why in the world you never told this to me?" balasku.
"i just thought.. you never asked.." jawabnya singkat.
"tch. i'm going to hang up now, think you had an idea where she could have been brought to? a hospital or medical center maybe?" tanyaku.
"hmm.. where are you now?" balasnya.
"just passed the Vassar St. junction." kataku.
"have you tried going to MIT Medical Center? it's near where you are, why don't you try to look for it. oh, and.. i'll be there as soon as i can too." jawabnya.
"great. i completely forgot about that building. thanks D." kataku.
"i'll look out for the car, you just worry on Amelie, 'kay?"
"ten-four. roger that. let's mosey."
"ten-four? lets mosey? what the? [phone hang up] argh, dammit you B. yo Sean, trouble big time. we gotta run." kata Daryl pada Sean.
"aye cap. where to?" tanyanya.
"Vassar St. junction" jawab Daryl.
"right behind ya." jawab Sean singkat.
oh my god. aku tak bisa berhenti membayangkan apa yang terjadi pada Amelie. kalau dilihat dari kerusakan yang terjadi pada mobil itu, bagian pengemudinya memang tidak seberapa parah, tapi bagian kanannya seperti habis diterjang truk yg besar sekali.. mudah2an kejadiannya bukan seperti itu, menyeramkan sekali.. sambil berjalan menyusuri Vassar St. menuju MIT Medical Center aku mengetik sms untuk Mrs. Ashcroft. Sorry ya Danisha, aku ngga bisa bantuin kamu malam ini.. dan aku juga harus skip tawaran dinnernya. duh. padahal kantong lagi kosong, kan lumayan, pikirku dalam hati.
Hi, Mrs. Ashcroft, first of all i'm terribly sorry. i'm afraid i can't come to your house tonight. please tell Danisha too, i'm sorry. there's been an urgent matter. i'm sure you knew Amelie Ashcroft. well, i just met her this morning, and unfortunately she had just ran into an accident. i haven't know all the details yet, but i'm searching for her right now. i'm going to MIT Medical Center. Daryl and Sean are on this too. they're going to Vassar St. junction to look after the car. that would be all for this matter. i promise i'll make it up later on another day. send my best regards to Mr. Ashcroft and Danisha.
aku mengetik sms sambil jalan, dan kadang2 berlari kecil. jadi yah.. maklum aku jarang sekali melihat ke depan.. sesekali aku tak sengaja menabrak orang yang ada di depanku, dan mereka berteriak "hey! watch where you're going!" sementara itu aku terus berjalan menuju MIT Medical Center. ok, sms sent. dan pas sekali aku sampai di MIT Medical Center. sepertinya aku harus menyeberang jalan. tanpa berpikir panjang aku menyeberang jalan. di tengah2 penyebranganku, terdengar suara ban mobil mencicit. ok, err.. suaranya semakin dekat.. OH MY GOD! aku melihat ke sebelah kananku, dan sepertinya aku tidak sempat menghindar. dammit. apa aku juga akan mengalami kecelakaan? mobil itu semakin dekat, semakin dekat, bunyi remnya semakin kencang. sampai akhirnya bunyi itu berhenti tepat di depan kakiku. bempernya nyaris bersentuhan dengan celana jeans yang kupakai. aku sempat terdiam beberapa saat, begitu pula dengan pengendara mobil itu. kemudian aku memberanikan diri untuk menghampirinya. ternyata seorang perempuan. dan dari penampilannya, sepertinya umurnya tidak jauh beda denganku.
"listen, i'm very sorry, but i'm in a REAL hurry. if you want anything, you can find me here." kataku sambil menyerahkan kartu namaku kepada perempuan itu.
kemudian aku melanjutkan berjalan ke MIT Medical Center. hmm.. let's see.. emergency.. ah, ini dia.. harusnya ada lobby di sekitar sini. setelah berjalan sedikit aku menemukan lobby bagian emergency.
"excuse me, how may i help you?" kata suster yg sedang jaga.
"right, umm, i am looking for a person named Amelie, Amelie Ashcroft, i believe she got an accident just not long ago. i'm not sure that she was taken here though, so basicly i just want to check, because this is the nearest place that she could have been brought to.." jelasku.
"please hold on a moment." kata suster itu.
kemudian si suster itu menyibukkan dirinya dengan telepon. entah siapa yang dihubunginya, tapi aku yakin dia sedang membantuku mencari Amelie. oh shit. by the way, disini dinginnya minta ampun. ah, aku lupa membawa jaketku. sepertinya tertinggal di cafe tadi. ugh. aku hanya bisa mengusap2 lenganku sambil melingkarkannya di depan dadaku untuk meng-counter dinginnya AC di MIT Medical Center. dammit. kenapa sih mereka selalu pasang AC dingin2. dasar bule.
"well, you were lucky, umm sort of.. in any case, she was indeed brought to here." kata si suster jaga itu.
"really? so where is she now?" tanyaku.
"i believe she's still in the emergency room. i'm sorry i don't have any information on which room she might be, but you can wait for her at the waiting room. just past this corridor, turn right, and you'll see a waiting room there." jelas suster itu.
"thank you. thank you very much." kataku.
"your welcome." kata si suster.
aku berjalan menyusuri koridor, kemudian menemukan ruang tunggu yang dikatakan oleh si suster tadi. ok, sekarang waktunya mencari dimana Amelie. satu persatu aku mengintip ke jendela kamar, berharap bisa menemukan Amelie di salah satu kamar itu. dari jendela kamar pertama terlihat seorang laki2, sepertinya sedang bersama anaknya. hmm bukan. aku melanjutkan ke jendela kamar kedua. dammit. tirainya tertutup. sial. aku harap itu bukan Amelie. karena kalau tirainya tertutup pasti sesuatu yang gawat sedang terjadi di kamar itu. hey, makanya disini namanya Emergency Room kan? hmmmh.. aku meninggalkan jendela kamar kedua, untuk saat ini, mungkin nanti akan kulihat lagi. lanjut ke jendela kamar ketiga. ada seorang perempuan disana, hmm.. hanya terlihat dari belakang. sepertinya sedang duduk di atas kasur. tak ada dokter disana, jadi mungkin perempuan ini sedang menunggu dokternya. hmm? aku sempat berarap bahwa perempuan itu adalah Amelie. bukan hanya aku menemukan dia, tapi juga berarti tidak ada cedera serius yang dialaminya. buktinya sekarang saja dia sudah bisa duduk2 santai di atas kasur sambil menunggu dokternya. oh, dokternya masuk ke kamar. ah, dia berpaling ke arah sini.. aaahhh.. bukan Amelie ternyata. aku tak bisa menahan kekecewaanku. apalagi setelah melihat kamar ke empat, yang tirainya juga ditutup. mungkin saat ini aku hanya bisa menunggu di waiting room ini. semoga saja tidak terjadi apa2 pada Amelie. well, ngga mungkin juga sih, ngga terjadi apa2. at least kalau memang terjadi apa2, mudah2an tidak terlalu parah.
come to think about it.. untung barusan aku juga ngga kenapa2. hampir saja aku dibawa kemari, kalau mobil tadi itu menabrakku, sudah pasti aku akan dibawa juga kemari. ngga kebayang deh kalau aku juga sampai dibawa kesini. aku melihat sekeliling, tentunya masih sambil mengusap2 lenganku, dinginnya masih menusuk sampai tulang. pantas saja, ACnya ada dimana2. no wonder it's so cold here. hmm? what's that? aku melihat peringatan, gambarnya seperti handphone dan ada tanda silang nya, kalau di Indonesia, seperti tanda dilarang parkir, tapi huruf P nya diganti gambar handphone. oh iya, aku mengeluarkan handphone ku. lebih baik aku mengganti profile nya jadi silent, sebelum dia berdering dan aku dikeluarkan dari ruangan ini karena membuat onar, hahaha. lho? ternyata profile nya sudah silent. hey. 2 missed calls? pantas aku tak sadar.. karena sejak tadi handphoneku sudah aku silent. ah iya. aku ingat, aku membuatnya silent saat bertemu dengan Amelie di cafe, pagi ini. ok, kita lihat siapa yang miss call. 1 dari Daryl. ah, kalau Daryl sih, nanti aja. paling juga nanti dia telepon duluan. 1 lagi? hmm? sepertinya local number, bukan dari Indonesia. ah iya, mungkin pengendara mobil yang tadi. mungkin dia ada perlu denganku. mumpung aku sudah menemukan dimana Amelie, tinggal menunggunya, mungkin aku menunggu diluar saja untuk sementara ini. sekalian merokok, dan menelpon pengemudi mobil yang tadi. lagipula di dalam dinginnya tidak normal, brrr. sesampainya di luar MIT Medical Center, aku menelpon nomor yang tadi.
"hello, this is Brandon Ruffian speaking.. i believe you just called to this number, am i right? how can i help you?" kataku.
"yes, i did called. this in Nikki speaking. Nikki Danielle Ambersong." jawab suara di seberang sana.
Wednesday, May 09, 2007
crap..
Listening to: nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..
Reading: my last sms, just to be sure it was delivered
Watching: my inbox, which is still empty, no replies
Playing: Resident Evil DS, die you zombies, die!!!
Eating: krupuk udang
Drinking: es teh manis
really..
what is wrong with me?
or..
what is wrong with you people?
i feel like..
crap..
argh..
just.. leave me alone for a while..
oh, right.. you all already did, i forgot..
Tuesday, May 01, 2007
catatan antara empat dan lima | trying to get things done, my way
singkat cerita, berkat racunnya si mbul (sapi dari perth) saya kembali mengoprek2 kamera. maksudnya mendalami ya, bukan mempreteli satu2 dan memasangnya lagi sesuai buku petunjuk. bisa 10 tahun gak kelar2. so about taking pictures.. frankly, i really love taking pictures about skies. but the sky's been boring lately, hahaha.. so i've decided to go to places i've never taken pictures before, and made it looked like photojournalism. it's cool. and this new "mobile office" thing is helping me a lot. waktu saya sedang nongkrong di starbucks citos, saya sempat ditelpon salah seorang teman saya. dia bertanya "lagi dimana lo?" lalu saya jawab "di kantor." lalu sebelum dia beranjak untuk menghampiri saya ke kantor yang lama, saya langsung berkata "kantor gw pindah lho, skr di starbucks citos." dia sempat terbengong2 heran sebelum saya akhirnya saya menjelaskan tentang ini. ada juga cerita menarik tentang seseorang dari masa lalu. yang akhirnya sudah bisa saya temui dan ber-haha-hihi sambil minum kopi, laughing about this and that. menggila. saya memanggilnya "miss-maybe-sometime-we-can-grab-a-cup-of-coffee-and-laugh-about-us", haha! and she's been nice, so i think there's no reason to be un-nice. ya Prit?
about something i learned these past few days, jadi orang jangan terlalu pesimis, dikit2 harus berani ngambil resiko. kalau takut gagal, mau sampai kapan takutnya? kapan mau belajar menghadapi kesalahan dan belajar dari kesalahan itu. toh juga ngga ada yang menuntut kita untuk selalu sempurna kok. namanya juga manusia. justru karena kita manusia itu makanya sometimes we're capable of doing something wrong, and eventually learn from it. (stop me. i'm starting to sound like my dad.)
anyway! saya kembali menulis cerita tentang Brandon Ruffian. yeah, i know, after a veeerrryyy long time. thanks to si mbul yang kekeh banget jam 11 malem masih merengek2 minta lanjutan ceritanya.. dan sepertinya masih banyak kejutan yang akan muncul di cerita ini, (saya juga mbacanya makin lama makin seru, hahaha.. ngga nyangka banyak yang nge-fans juga..) also thanks to Daryl and Sean, yang selalu setia menemani Brandon (lho apa hubungannya?) anyway, thanks to all my deviantART friends, The-So-Called-Outcasts gank, si mbul, si begeng, si item, si tembem, si oink, yang punya Yoi Bondi, miss-maybe-sometime-we-can-grab-a-cup-of-coffee-and-laugh-about-us, my Nintendo DS Lite.. yang selalu jadi pelarian kalo lagi blank dan ngga tau mau nulis apa.. hahaha.. and all my friends out there. so? let's. get. things. done. my way! yaay!
[Bondan, 1 May 2007, 1:04 PM, sambil merem melek karena bangun, dan kepanasan gara2 AC nya kamar aji dimatiin..]
Thursday, April 19, 2007
you never asked | part six
"pagi Bu. maaf saya terlambat." kata Aryo di depan kelas.
"kenapa kamu terlambat?" tanya Bu Rahma.
"biasa Bu, macet." jawab Aryo polos.
"ya semua orang juga tahu Jakarta macet, makanya lain kali berangkat lebih pagi. pasang itu jam di jidat kamu, biar nggak terlambat lagi." kata Bu Rahma.
"ya Bu." jawab Aryo pasrah, kemudian berjalan ke tempat duduknya.
pelajaran pun dimulai. sesekali aku memaksakan diri untuk menengok ke belakang, melempar pandanganku ke arah mejanya Chika. mau ngga mau memang harus berpapasan dengan mukanya Dani. untungnya sebelum Bu Rahma sempat melempar kepalaku dengan penghapus papan tulis, aku sudah keburu kembali menengok ke depan sambil memegang tip-ex yang kuambil dari mejanya Dani. itu juga gara2 pelototan matanya Dani, yang seolah2 mengisyaratkan "heh. Bu Rahma ngeliatin tuh. liat ke depan sono! nih tip-ex." tampaknya Bu Rahma hari ini sedang agak2 senewen. apalagi ditambah Aryo yang telat masuk. untungnya pelajaran Bu Rahma tidak begitu membosankan. bel pergantian pelajaran pun akhirnya berbunyi. dan Chika masih belum datang juga.
"man, kenapa lo? dari tadi diem aje. ngga ke kantin lo? jajan? nitip permen dong gue." kata Dani.
"ogah ah, males. males ngapa2in gue." jawabku singkat.
"ah ngga asik loo.. eh guru guru guru." ujar Dani.
dan kemudian seluruh kelas berdiri memberi salam kepada Pak Budi. namun tidak lama kemdian, datang 3 orang, sepertinya anak kelas 2, yang bertugas menarik amal untuk masjid di sekolah. ini kan baru hari Rabu, pikirku. biasanya mereka selalu datang hari Jumat setelah jam istirahat. dan kadang suka digoda2in sama cewek2 di kelas. biasa, mungkin cewek2 yg kurang laku itu pada nyari gebetan di kelas 2. soalnya dulu aku juga pernah beberapa kali digodain. kemudian mereka meminta ijin kepada Pak Budi untuk membacakan pengumuman. hmm, ini pasti bukan sekedar amal jariyah, pasti ada sesuatu yg lain.
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." sapa si anak yang membawa map, suasana kelas masih saja ribut, ada cowok2 yang bersiul2, ada cewek2 yang melirik2 sambil ketawa2. ada juga yang sok2 belain mereka dengan berkata
"ehem ehem. oi dengerin dong, kesian kan kalo digodain, heheh cieeeh2 ada yg ngelirik tuh, kelas berapa niiih?"
ujung2nya tetep aja nggodain. kemudian suasana kelas mendadak langsung menjadi hening, aku juga sempat terdiam beberapa saat setelah si anak yang membawa map itu berkata
"innalillahi wa inna ilaihi raajiun. telah berpulang ke rahmatullah, Chika Anindya Putri, siswi kelas 3 IPA 2 pada hari Selasa, 14 September 1999. jenazah akan dikebumikan jam 13:00 siang ini di taman pemakaman Jeruk Purut. untuk itu marilah kita berdoa semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa dosanya."
pandanganku kosong. pendengaranku hilang. untuk sesaat aku lupa bagaimana caranya menghirup nafas. aku benar2 terdiam, tak menghirup nafas sedikitpun, sampai jantungku berdetak begitu kencangnya, karena hampir kehabisan oksigen. lalu aku menarik nafas panjang. kepalaku pusing, mataku berkunang2. badanku lemas dan kesemutan. rasanya seperti mau pingsan. tiba2 seluruh badanku gemetar. aku tak kuasa menahan dorongan untuk berteriak. rasanya dada ini penuh sesak. ingin kukeluarkan semuanya.
"bersama itu pula, kami mohon bantuan amal seikhlasnya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan."
tanpa pikir panjang lagi aku langsung membereskan barang2 di mejaku dan berlari menuju Pak Budi.
"Pak, maaf saya ijin keluar sebentar, terima kasih Pak." kataku.
aku berlari menuju ruang piket. kemudian tanpa pikir panjang aku meminta ijin untuk pulang. setelah beberapa menit berdebat dengan guru piket, akhirnya aku diijinkan untuk pulang. aku tak berbicara sepatah kata pun saat memasuki kelas. Dani juga cuma bisa diam. aku membereskan tasku lalu keluar kelas. keluar sekolah. dan entah apa yang kupikirkan, tiba2 aku tersadar berada di angkutan umum yang menuju rumah Chika. aku tak henti2nya mencoba mengusir bayangan wajahnya dari kepalaku. ingatan tentang dia muncul satu persatu, bergantian. aku tak bisa diam menunggu angkutan umum ini sampai di dekat rumahnya. aku turun dari angkutan dan berlari menerobos kemacetan di sebuah perempatan lampu merah. hampir saja aku terserempet oleh motor yang sedang melintas saat aku turun. namun itu semua tidak menghalangiku untuk mempercepat langkah kakiku.
sesampainya di rumah Chika, perasaanku benar2 ngga enak. dari teras terlihat dan terdengar beberapa orang sedang membaca ayat2 al-quran. entah kenapa suaranya sangat membuat kepalaku pusing, dan telingaku budek. mungkin karena aku masih belum menerima kenyataan kalau Chika sudah meninggal. sejak tadi yang ada di kepalaku hanya kata2 itu. Chika meninggal? ngga mungkin. bohong. pasti bohong. ngga mungkin dia secepat itu. karena itulah di sekolah tadi tanpa sadar aku langsung memutuskan untuk pergi ke rumahnya, untuk memastikan dengan mata kepalaku sendiri. aku menuju ke ruang tamu. terlihat sebuah sosok terbaring disana. aku tak mempercayai mataku sendiri. aku memaksakan diri melangkah menuju meja tempat sosok itu terbaring. dalam pikiranku, aku berpikir, "ini ngga mungkin orang lain, ini pasti Chika, kenapa sih lo masih ngga percaya juga, Brandon?" semakin dekat langkahku semakin berat. tanganku kembali gemetar, saat aku mengangkat kain yang menutupi muka dari jenazah yang terbaring itu. seketika itu juga, terlihat wajah Chika yang sudah sangat pucat, dibalut kain kafan. aku tak bisa melawan kehendak tubuhku lagi, aku hanya diam saja saat tubuhku memaksaku untuk terjatuh dan pingsan. seingatku, aku terbangun di ruang tengah, setelah ditolong oleh orangtuanya Chika.
Brandon Ruffian. 23 tahun. perasaan itu kembali menghantuiku sekarang. aku tak bisa tenang, aku merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. kemudian aku mencoba menelpon Amelie. hmm, voicemail, tak ada jawaban. aku mulai curiga. tiga kali aku mencoba menelpon, tapi dijawab oleh voicemail. saat aku mencoba untuk keempat kalinya, tiba2 saja telepon genggamku berdering tepat di telingaku. rasanya gendang telinga ini mau pecah.
"hello." sapaku.
"hi Brandon, this is Mrs. Ashcroft." jawab Mrs. Ashcroft di ujung telepon.
"oh hi! i didn't expect you'd call, heehee.." jawabku.
"i was just wondering. yesterday you said that you're coming for dinner tonight, right?" tanya Mrs. Ashcroft.
"oh yeah! right. i almost forgot. Danisha wanted me to help with her science project, right?" jawabku.
"yes, she's right here at home. waiting for you. so, what time will you be here?" tanyanya.
"i'll be there right away. maybe around 5 or 6 o clock." jawabku.
"ok then, be careful on your way here, ok?" balasnya.
"ok, see you later Mrs. Ashcroft. bye." kataku.
"bye." kata Mrs. Ashcroft.
oke. waktunya membuang jauh2 tentang ingatan masa lalu itu. walaupun begitu, aku tak bisa membohongi perasaanku, ada sesuatu yang ngga beres nih. aku mencoba menelpon Amelie kembali. lagi2 tak ada jawaban. i knew it. something happened and i can feel it. something happened, with Amelie. i don't know what. i don't know why. but i know, that i'm going to find out..
Sunday, April 08, 2007
you never asked | part five
“hold on. yes mom?” sapa Amelie, rupanya ibunya yang menelepon.
“sure. it’s just a couple of blocks from here. i’ll be there right away.” kata Amelie kepada ibunya di telepon.
“so. uh, i’m really sorry, but i gotta run. my mom’s waiting.” katanya.
“whoa, what’s the rush? but don’t worry ‘bout me, i’m fine.” tanyaku.
“i dunno, my mom just called, i think she wants me to pick her up.” jelasnya.
“okay then, i hope i can see you again, maybe some other time.” kataku.
“okay, bye.” katanya sambil beranjak pergi.
“bye.” balasku pelan.
kemudian yang terlihat dari Amelie hanya punggungnya. saat dia keluar dari pintu coffee shop. tiba-tiba saja ingatan tentang Priscilla kembali menghantui pikiranku. aku memang sering teringat hal-hal yang tidak mengenakkan kalau lagi sendirian. itulah kenapa aku sangat butuh teman-temanku. mereka sangat membantuku untuk melupakan ingatan-ingatan yang tidak mengenakkan itu.
selama beberapa tahun terakhir ini, hanya sebagian teman-temanku yang tetap setia menemaniku kapan saja. diantaranya ada Daryl dan Sean. lalu Travis Quadrian, temanku dari jaman kuliah yang sejak tahun lalu pindah dan tinggal di Malaysia. jadi sejak dia pindah kita hanya bisa berhubungan lewat Yahoo Messenger. kemudian ada Fergie Fitzgerald dan kakaknya Harry Houseman, mereka juga sama-sama kuliah di MIT, Harry satu jurusan denganku, sementara Fergie di jurusan lain. aku sempat tinggal di rumah mereka dan sempat cukup dekat dengan Mr. dan Mrs. Sommers. mereka memang orang asli sini. kira-kira apa kabar ya mereka.
ah iya. ngga lupa juga, temanku di Jakarta, Utha Andira. aku bertemu Utha secara tidak sengaja di friendster, lalu kita juga sering chatting di Yahoo Messenger. waktu itu sempat waktu aku pulang ke Jakarta dan bertemu dengannya. hanya sekali. ah kalau ingat Jakarta, aku jadi ingat masa lalu. sebenarnya masa laluku pun tidak sepenuhnya menyenangkan. ada sebuah kejadian yang sangat membuatku shock. aduh, kok aku jadi mengingat kejadian ini ya? argh. i can’t help it. ingatan tentang kejadian waktu itu terlintas begitu saja di pikiranku, tanpa permisi..
Brandon Ruffian. 16 tahun. Kelas 3 IPA 2. waktu itu aku lagi doyan-doyannya nge-band. bareng sama Dani, Adi, Aryo, sama Odenk. Dani itu jago main gitar, aku belajar banyak dari dia. Adi jago main bass, tapi aku nggak ada niatan sama sekali buat main bass, kalo Aryo suaranya kaya orang gila, dia bisa nyanyi macem-macem. si Odenk paling jago main drum. kerjaannya mainin stik drum melulu. sampe diomelin guru olahraga gara-gara bawa stik drum pas pelajaran basket (ya iya lah, dodol.) kita berempat sekelas semua, cuma si Odenk yang anak kelas 3 IPS 1 jadi dulu nama band kita “Three+”.
aku pulang sekolah bareng geng yang beda banget sama geng aku nge-band. isinya orang-orang kacau semua. wuah payah deh. bisa nggak maju kalo ikut-ikut mereka terus. yang jangkung namanya Ratno, jago main basket (macam Sawamura di Harlem Beat lah, asli persis banget. semuka-mukanya selicik-liciknya, najis.) yang gendut namanya Ade, aslinya sih Syarifudin, gendut tapi jago main sepatu roda, omongannya sekitar selangkangan terus, gak ada abisnya. yang kecil namanya Adit, anak kelas 2. dia itu paling bego dan paling nggak tau apa-apa. kalo dibo’ongin iya iya aja. nggak pake nanya. kadang-kadang kesian juga sama dia.
sebenernya dari dulu aku pengen banget ngerasain yang namanya punya pacar. kayak apa ya rasanya? aku inget banget pernah dicuekin sama geng pulangku itu gara-gara aku pernah pulang bareng cewek yang kutaksir dan gara-gara itu juga aku jadi digosipin abis-abisan. katanya lupa temen lah. pengkhianat lah. wek. biar sekalian aja aku lepas dari mereka. emang dasar kumpulan orang-orang dodol. pikirku waktu itu. bilang aja sirik, huehehehe.
ada satu orang temen sekelasku, sukanya duduk di belakang, awalnya kuanggap dia biasa-biasa aja, nggak ada yang spesial dari dia, seperti teman-teman sekelas yang lainnya. tapi sejak kejadian ‘kelompok belajar’ itu akhirnya aku jadi berusaha deketin dia. kejadiannya itu waktu Pak Budi lagi ngumunin nama-nama kelompok.
“kelompok 3, anggotanya Brandon, Chika, Fajar, Kurniawan, dan, Risa, yak silahkan berkumpul menurut kelompoknya ya. kelompok 4, Dani, Galih..”
sejak ‘insiden’ itu kita sering belajar bareng, ngerjain tugas bareng, ngumpul bareng. tanpa kusadari, ada perasaan yang beda kalo lagi ngumpul bareng geng pulang, sama kalo lagi ngumpul bareng kelompok belajar. giliran janjian sama geng pulang, kalo gak bisa dateng ya udah, tinggal telpon, maaf-maaf dikit, beres. tapi kalo sama kelompok belajar, beda. apapun kuusahain supaya bisa ngumpul bareng mereka, terutama sama..
entah sejak kapan ya. aku mulai tertarik sama Chika. aku mulai nganggep dia lebih dari sekedar temen sekelas golongan SDSB (Siswa Deretan Sebelah Belakang. apa coba.) atau sekedar temen belajar kelompok yang janjian ketemuan di rumah si anu, atau si itu, ngebahas anu, ngerjain itu. aku ngerasa sesuatu yang beda. setiap ketemu dia, aku selalu deg-degan. nggak jelas. kayaknya aku mulai suka sama dia, mungkin lebih. yang aku rasakan cuma pengen ketemu dia lebih lama. apa aja kulakukan biar bisa ketemu dia terus. walaupun akhirnya aku cuma bisa cengar cengir sambil memandangi wajahnya.
akhirnya aku mulai perhatiin Chika kalo lagi di kelas. baru nyadar, anaknya oke juga ternyata. cakep, pinter, senyumnya manis. sampe suatu hari katanya dia dideketin sama Andi, ketua kelas. awalnya aku ngga nyadar kalo Chika dideketin. aku mulai nyadar sejak si Dani, gitaris bandku itu bilangin aku, dan kebetulan Dani itu duduknya di belakang mejaku. kalo mau nyari Chika di kelas kan musti nengok ke belakang, jadi mau ngga mau musti berpapasan dengan mukanya Dani.
“man, mending lo ngomong langsung aja deh ke Chika, daripada diembat orang duluan, tuh liat.” kata Dani.
“ah rese lo. iya tuh kayaknya lagi dideketin si Andi. tapi gimana dong? gue kan paling ngga bisa ngomong langsung ke cewe.” balasku.
“yah, dibilangin ngeyel sih lo. kalo lo bilang, kemungkinannya kan jadi 50-50, 50% diterima, 50% lagi ditolak. beres kan? daripada lu diemin begini, kemungkinannya apaan? lo ngga akan tahu sebelom lo coba bro.” jelasnya.
“well, you got a point there. bener juga lo. pengen sih gue bilang, tapi lo tau sendiri kan, gue udah bilang tadi, gue paling ngga bisa ngomong langsung sama cewe, apalagi yg gue suka, pasti langsung diserang deg-degan duluan gue.” balasku.
“ah cupu lo. yaudah kalo ngga bisa ngomong langsung, mending lo tulis surat aja gimana?” usulnya.
“wah boleh juga lo. lo pinter juga ya urusan beginian. ngga cuma jago maen gitar, urusan cewe tokcer juga otak lo. kok lo baru sekarang sih ngasih saran yang cemerlang begini, kenapa ngga dari dulu-dulu waktu gue lagi naksir Ferra?” kataku.
“well, you never asked.” jawabnya singkat.
“ah rese lo.” balasku singkat juga.
kemudian kita berdua ketawa-tawa kaya orang bego. so, karena aku orangnya nggak bisa ngomong langsung ke dia, dan atas dasar ide cemerlang dari si Dani, akhirnya aku nulis surat buat Chika. dan ternyata nulis surat pun sama susahnya dengan ngomong langsung. aku menghabiskan 5 jam buat nulis surat yang isinya cuma 7 baris. 8 deh kalo tulisan “dear Chika,” yang ada di paling atas itu dihitung juga. akhirnya aku tidur nyenyak jam 2 pagi. damn. sekolah kan masuk jam 7.
oke. keesokan harinya akhirnya surat itu aku taruh di laci mejanya pas istirahat siang. tapi apa yang terjadi bener-bener bikin aku shock. sekembalinya aku dari kantin, dari deket kelas terdengar anak-anak pada ribut. Dani dan Aryo ada di luar kelas.
“man, ke kantin yok, sampe pelajaran mulai.” kata Dani.
“lah, gue baru dari kantin kali. itu ada apaan sih ribut-ribut di dalem? Farid ya?” kataku sambil ngintip ke dalam kelas. Chika ada di dalam.
“udeh pokoknya lo jangan masuk kelas dulu, daripada” kata Aryo.
“daripada apaan?” tanyaku.
tiba-tiba terdengar suara Farid. suaranya keras sekali. dan apa yang dikatakannya membuatku kaget setengah mati. karena kata-kata yang diucapkannya itu baru saja aku tulis tadi malam. kata-kata yang sampai jam 2 pagi aku pikirkan. kata-kata di surat itu.
“dear Chika, mungkin di mata elo, gue cuma temen sekelas biasa aja, tapi akhir-akhir ini gue mulai ngerasa ada sesuatu yang beda. gue mulai nggak bisa ngelupain elo. kalo gue nggak ketemu elo rasanya ada yang kurang. mungkin gue kangen.” kata Farid.
what the hell? kok surat itu bisa ada di tangan Farid? mati aku. ini sih bukan cuma Chika, seluruh kelas pasti tahu aku suka sama dia. mati. mati. mati. rasanya seperti ingin hilang ditelan bumi.
“gue suka sama elo. elo mau nggak jadi pacar gue? gue serius mau jadian sama elo. gue tunggu jawaban elo secepatnya. gue percaya, elo pasti ngasih jawaban terbaik, makasih.” kata Farid, menyelesaikan isi suratku yang dibacanya.
“ciyeeeee Brandon. suit suit!!” seluruh kelas langsung menyoraki. ah gila, aku malu setengah mati. dan di tengah-tengah keributan itu tiba-tiba Chika datang menghampiriku. sepertinya dia ingin memberitahu sesuatu padaku. semoga ini berita bagus, pikirku. tapi ternyata, suara yang terdengar dari mulutnya hanya..
“maaf ya.” katanya singkat.
aku bengong, tapi kepalaku mengangguk dengan sendirinya. ingin rasanya berteriak di depan mukanya “maaf?! maaf buat apa?! maaf gue nggak bisa jadi pacar lo?! tapi bukan berarti lo bisa permaluin gue kaya gini dong! gue juga manusia!!” ugh. dadaku sakit. rasanya mau pecah. yang aku tahu, Chika sengaja membiarkan Farid membaca surat itu di depan anak-anak. Chika sengaja mau membuatku malu didepan anak-anak. ya iya lah. mana mungkin Chika punya perasaan apa-apa kepadaku.
kemudian bel istirahat selesai berbunyi. sepanjang pelajaran sampai bel pulang aku hanya diam saja. aku tidak menengok ke belakang sedikitpun. bahkan Dani yang memanggilku dari belakang pun aku cuekin. rasanya ingin cepat-cepat pulang, membenamkan kepalaku di dalam bantal. hari itu, waktu berlalu lambat sekali. menunggu dering bel pulang terasa lebih lama dari biasanya. begitu bel terkutuk itu berbunyi, tanpa pikir panjang aku langsung membereskan barang-barangku dan beranjak cepat-cepat menuju ke luar sekolah.
“Brandon, tunggu bentar. gue mau ngomong.” ujar suara yang sangat kukenal.
yak, betul sekali. Chika yang manggil. tapi tanpa memperdulikannya aku terus berjalan keluar sekolah sambil mempercepat langkah. hari ini memang tumben-tumbennya aku keluar duluan. kalo bukan gara-gara insiden memalukan itu tadi, biasanya aku masih nongkrong di kelas dan ngobrol bareng Dani atau Aryo, menunggu geng pulang-ku datang. tapi kali ini aku terpaksa jalan duluan, dan meninggalkan Chika yang sejak tadi memanggilku. perasaanku benar-benar nggak karuan. rasanya aku nggak mau bicara dengannya lagi. dan ternyata itu benar-benar menjadi kenyataan.
Wednesday, April 04, 2007
putar balik waktu-ku
saat mulai ku berkata "a"
hingga berlari dan tersandung
menangis dan meraung
putar balik waktu-ku
saat mulai ku mengenal bahagia
hingga meneteskan air mata
tak ingin berakhir begitu saja
putar balik waktu-ku
saat mulai ku berkata tidak
hingga habis segala rindu
musnah manis di dalam madu
putar balik waktu-ku
saat mulai ku merangkai mawar
hingga kali ini pun masih sama
tapi kali ini untuk siapa?
putar balik waktu-ku
saat mulai ku bertemu dengan-mu
bondanrastika@4/4/07 - 8:39 AM [dimanakah, -mu?]
Monday, April 02, 2007
you never asked | part four
“oh no, it’s ok, i just got here too anyway.” jawab Amelie.
“oh really, hey what are you having there?” tanyaku.
“umm, baked chocolate chip muffin and black espresso.” jawabnya.
“i see. hey Larry! i’ll have tuna sandwich and belgian chococoffee milk” kataku.
“no kidding. you have belgian chococoffee milk? that’s the reason i always come to Bosworth’s Cafe across your place.” tanya Amelie, terkejut.
“oh it’s a long story. so it’s way before i graduated. we go way back. i’m a student here at MIT. one day i happen to be at Bosworth’s, waiting for Daryl. and i ordered that belgian chococoffee milk. and what can i say, i totally fall in love with it. so when i opened this coffee shop, i made my own belgian chococoffee milk. and it’s great. but i don’t normally sell them to my customers.” jelasku.
“how come i didn’t see that on the menu?” tanya Amelie.
“you never asked..” jawabku singkat.
“hahaha..” Amelie tertawa.
“hey Larry! another belgian chococoffee milk for this lady please!” kataku pada Larry di ujung sana.
“coming right up!” ujar Larry.
“don’t worry, it’s on me” kataku pada Amelie.
“thanks.. hee hee.. so where’s Daryl? i didn’t see him since i got here..” tanya Amelie.
“oh, Daryl’s at the gameshop with Sean. they probably wouldn't want any disturbance up until this evening, cos Sean's bringing a new PS3 home with him.” jelasku.
“owh, that prick. he’s starting to get on my nerves. shouldn’t he be leaving any messages to me? argh.” balasnya agak kesal.
“oh well, like it or not, i guess you’re stuck here with me, hahaha..” kataku.
“yeah, at least i get a good treat of that belgian chococoffee milk of yours, hahaha..” jawabnya sambil tertawa ringan.
“here you go.” kata Larry sambil menyuguhkan pesanan Amelie kepadanya.
“thanks Larry. i’ll take it from here. so, what is it that you wanna talk about with Daryl?” tanyaku.
“oh, i was going to talk about my trip to Indonesia, particularly Jakarta.” jawabnya.
“no kidding. i AM from Jakarta. say, what business are you doing there?” tanyaku lagi.
“oh it’s just a research, nothing important.” jawabnya. aku tahu pasti ada yang disembunyikannya dariku.
“research? no way. c’mon, there must be something else. you know, you can hide it, but i still gonna know. well, as far as i know, trust me, there’s nothing worth of a good research there.” balasku.
“did you say you were from Jakarta?” tanyanya.
“yup. i’m pretty much Indonesian, myself. what’s about it?” jawabku sambil menunggu pertanyaan yang sudah kuduga akan ditanyakannya.
“so you can speak a little bit of Bahasa Indonesia? would you care to teach me how?” tanyanya.
“well, not little, as a matter of fact, i know Bahasa Indonesia quite well, since i’ve been receiving phone calls from my family back there. so what brings you to ask me to teach you?” balasku.
“okay. let’s try speak Indonesian for a while. i need you to teach me how to pronounce it well.” kata Amelie.
“oooww..kaaayy.. but, what for? c’mon, there’s gotta be a reason behind this. i’ll teach you, but you have to fill me in. deal?” kataku.
“owh, you’re just the same with Daryl, aren’t you. i’ll fill you in, later. first, you gotta teach me how. this is interesting, you know.” katanya.
“tch, ya udah. terserah lah.” kataku.
“huh? what was that you said?” tanya Amelie kebingungan.
“oh, i said.. ya udah. terserah lah. it’s what you pronounce in english as fine, whatever.” jawabku.
“wow, nice. tell me something else.” pintanya.
“ok, let’s just put it this way.. ngapain kamu ke Jakarta? bilang sejujurnya ya?” balasku.
“what does that mean?” tanyanya.
“in english, it means, what are you doing in Jakarta? tell me the truth, ok?” jawabku.
“hmm.. nice try. ok, how do you say.. i want to meet someone in Jakarta?” tanyanya.
“ok, that’ll be.. aku mau ketemu seseorang di Jakarta.” balasku.
“whoa.. you’re good at pronouncing it” tanyanya.
“of course.. i’m indonesian, duh. ehem.. [clears throat] jadi, siapa yang mau kamu temui di Jakarta? keluarga? temen? atau.. pacar? that’ll be.. so, who do you want to see in Jakarta? family? friend? or.. boyfriend?” tanyaku.
“whoa there, slow down.. how do you say family and friend in Indonesian again?” tanyanya balik.
“it’s keluarga and temen. and you haven’t answer my question” jawabku.
“ok, that’s a new one. oh, by the way it’s just a friend.” jawabnya.
“a friend. not a boyfriend?” tanyaku.
“really, just a friend.” jawabnya.
lalu aku tertawa kecil dan kami saling berpandangan sejenak. susah rasanya untuk tidak me-maintain eye contact dengan perempuan secantik Amelie. rasanya aku ingin terus menatapnya. melihat ke dalam bola matanya. sampai akhirnya, mendadak aku blank. tak tahu harus berkata apa. tak tahu harus melakukan apa. mendadak bayangan Priscilla muncul lagi di depan mataku. damn it. what should i do?
catatan antara tiga dan empat | finding my reasons for living
hmm.. sepertinya di empat ini akan banyak pengeluaran. harus beli hp CDMA yg baru, atau mungkin beli iPod nano, soalnya iPod yg gede ini makin lama makin males bawa2nya, huh. mana isinya berantakan pula. jadi males milih-milih lagunya. lagian yang didengerin juga lagu yang itu-itu saja. atau beli accessories MacBook Pro. mungkin juga beli external case buat harddisk yang lagi nganggur di rumah, lumayan, bisa nambah space 160GB lagi. ah iya, sampai sekarang di rumah belum bisa pasang internet. ngga papa juga sih kalo cuma pake telkomnet instan, kalo cuma buat chatting sama friendster-an, hehehe.. tapi ngga bisa buat download. hmm.. mungkin juga mau beli accessories buat Nintendo DS Lite. paling ngga beli casing Black Horns atau soft case nya, jadi dibawa2nya lebih enak. aduh kalo udah gini lama-lama pengen beli Nintendo Wii juga nih. arrrgh.. mau semuanyaaa.. (tapi duitnya darimanaaa..)
[Bondan, 2 April 2007, 7:18 PM, sambil ngelap2 DS dan MacBook Pro sampe kinclong..]
Friday, March 23, 2007
catatan antara dua dan tiga | drifting apart, aren't we?
sibuk. hanya itu yang terjadi dalam tiga kali ini. kerjaan dateng ngga berenti2. bahkan sampai saya ngga sempet kemana2, ngapa2in, ngga sempet ngabarin kalo hp saya rusak, ngga sempet ketemu, ngga ada waktu buat diri sendiri.. dan bahkan ngga ada waktu untuk menulis ini. padahal sebentar lagi sudah mau empat. (taeah kenapa ini lagunya tiba2 ganti jadi Five For Fighting - Dying sih.. ganti ah..) hmm.. udah lama ngga dengerin si John. Covered In Rain. i wish i could get covered in rain right now. but there's no rain pouring. come to think about it. it's been a long time since i played my guitar.. last time i did, i wrote a song for someone. it's entitled "stay". but the person that i wrote the song for, said that she couldn't stay any longer..
for this once, i'm tired of being a person who has to explain it all when people ask me questions. "what happened?" "did you bla bla bla?" "how could that be?" "is it true?" "how did it happened?" stop asking me questions. i'm not okay, so stop asking me questions. i don't even know the answers. i don't blame you, i don't blame myself, i don't blame the situation. i guess it can't be helped. we've reached the end of the road. so this time is really parting of the ways. Sorry Brandon, i never get a chance to write about you and Nikki. maybe later, i'll bring someone else.. like what John Legend said.. "don't be afraid of a little bit of pain, pleasure is on the other side.."
thank you for everything,
i promise i'll be a good friend,
Nikki..
[Bondan, 22 Maret 2007, 09:53 PM, sambil bingung, main Castlevania, atau mberesin kerjaan ya..? halah, ngerokok dulu lagi aja lah..]
Thursday, February 15, 2007
catatan antara satu dan dua | one goal accomplished
anyway.. barusan aja saya selesai meng-update software dan Pro Applications yang ada di MacBook. horee, Motion dan Compressornya akhirnya bisa jalan dengan normal. ternyata musti di-update dulu. akhirnya lengkap deh Pro Application yang ada di MacBook. Aperture, Final Cut Studio, Photoshop CS2, dan segala tools buat download itu, Limewire, iGetter, sama BitRocket. dan incredibly, saya masih menyisakan 55GB harddisk space di MacBook saya. cukup buat 1 project video kecil, mungkin sekitar 2 sampai 4 tape bisa masuk lah, selebihnya kan tinggal beli harddisk eksternal, dan kayaknya musti nunggu pembayaran yang tertunda, hahaha.. perjalanan ke kursi certified director memang ngga gampang. mungkin untuk permulaan, saya mau coba2 ikut N93i You Make It Reel, bareng Ary, Dino, dan Shani. dan sepertinya saya ngga jadi beli CD nya, ndra. maap udah tanggung download. udah kelar sih. jadi udah di-play di iTunes dari tadi, hyahaha.. oh well. saya masih harus mikirin ide buat video N93i ini.
well, it's a long way down. but i'm not giving up, yet. or ever.
[Bondan, 15 Februari 2007, 13:50 PM, sambil nonton Dino bunuh2in zombie di Willamette Parkview Mall. telat ya? maklum lagi males nulis, hahaha.]
Tuesday, January 02, 2007
terima kasih
Entah sejak kapan
Ramah wajah itu
Indah menghias langit hatiku
Menghantui setiap malamku
Akhirkah ini pencarianku?
Kapankah bisa kusaksikan?
Akankah bisa kurasakan?
Sampai hari ini pun
Inginku terbang melayang
Hanyut dalam setiap HURUF dari nama-mu
Nurani hati seorang perempuan
Ukirkan janji, sebuah penuturan
Rindu aku akan perjumpaan kita
Rangkul aku dalam suka dan duka
Yakinkan aku untuk mengucap
...
[bacalah dari ATAS ke BAWAH, dan kau akan mengerti]
bondanrastika@2/1/07 - 331 [terima kasih sudah melukis di DEPAN pintu hatiku]
Monday, January 01, 2007
catatan antara duabelas dan satu | back to where i used to be
salah seorang teman baik saya pernah mengatakan, "if you can't quit, then don't start". mungkin kita sama2 takut sakit dan menyakiti perasaan masing2. karena ada sebuah perbedaan yang mungkin bisa menuntun kita ke jalan buntu. dan mungkin akan memaksa kita untuk "quit". so if you can't "quit" later, or whenever the time comes, then don't "start" the relationship. tapi toh selama sakit itu bisa ditunda, kenapa tidak? lagipula saya sudah terlanjur "start" untuk sayang sama dia, dan untuk saat ini, sampai saat ini pun saya belum bisa "quit" sayang sama dia. dan dia pun begitu. akhirnya setelah pemikiran yang cukup panjang, kita memutuskan untuk mencoba melewati border itu. tanpa ada rasa keberatan dan ragu2, saya pun maju, mendaki kembali ke puncak kehidupan saya yang dulu pernah saya capai. Uwie, terima kasih, aku sayang kamu. tanpa kamu, detik2 antara duabelas dan satu pasti tak akan bisa seindah kemarin. mudah2an segala yang ingin kita capai bisa terwujud. may all our wishes come true. and then our story begins at the end of 2006, at the start of 2007. as well as Brandon and Nikki, not forgetting Daryl and Raine, i can only wish the best for both of them. Ut, sorry ya, gue duluan, hehehe.
Thursday, December 28, 2006
in my time of desperation
hebat. sudah lama sekali gue ngga ngerasa kayak gini. memang, kejadian2 belum lama ini membuat kata2 "nothing can ruin my good mood for the rest of 2006" selalu menempel di status yahoo messeger gue. (temen2 ym gw pasti tahu lah..) maklum, lagi diserang badai. gue ngga tahu istiah atau namanya apa, tapi yang pasti bukan adrenalin. karena yang satu ini bikin seneng, bukan bikin jantungan. seperti tabrakan beruntun yang menghantam gue dari semua arah. mungkin triggernya adalah ipod gue. lalu temen2 gue. kemudian kerjaan gue. dan yang terakhir, sepertinya gue lagi suka sama seseorang. asli ini senengnya ngga ketulungan. belum beberapa lama ini juga sebenernya gue sempet suka sama seseorang yang lain. and i thought i've done everything i could, just to show myself. cuma mungkin karena respon yang kurang sesuai dengan harapan, jadi sepertinya ngga terlalu work well. dan gue putuskan untuk mundur aja. kalo kata John Legend, "don't be afraid of a little bit of pain, pleasure is on the other side." i'm sure you know who you are. so if you happen to read this, i'm so sorry that i haven't got the chance to talk to you, about this. maybe later when you're not so busy.. or maybe cos right now i'm still trying to find what words to say. it hurts so much that i don't even know how to start a conversation with you. sorry, i need to fix this broken heart and i just want to move on. ok enough with this stuff, bukan ini kok intinya..
[Current iPod Track : Omarion - O]
entah kenapa di suatu malam di ujung duabelas, gue sempet terserang sesuatu yang beda. perasaan ini bukan seperti tabrakan beruntun yang gue ceritain tadi. tetep, datangnya dari semua arah, tapi ini dada gue serasa ditusuk2. dan bayangan tentang dia ngga bisa gue singkirkan sedikitpun. bahkan ngumpul sama temen2 gue pun ngga cukup mengobati sakit dan sesak di dada. sempet beberapa saat juga hampir air mata gue netes tanpa sebab yang jelas. but this is not something that can ruin my mood, i seem to enjoy being in this state. walaupun akhirnya gue meneteskan air mata juga, karena ngga tahan nahan nyeri di dada. tiba2 gue teringat sesuatu. pertama kali gue ngerasa kayak gini.. i knew it. i remember this feeling. i'm missing someone out there. i know i just met her, like.. twice? and the best part (i'm being ironic..) dari perasaan ini adalah : gue ngga bisa bilang ke orangnya kalo gue kangen sama dia. this heart is crying to say "i miss you" but it can't. well, belom mungkin. it's still too early. yah.. tapi namanya perasaan masa bisa bohong sih? ok, gue emang baru aja memutuskan buat mundur dari seseorang. dan ngga lama kemudian gue udah suka sama orang lain. well, mungkin emang gue orangnya begitu. sakit sih sakit, banget. tapi lagi2 gue selalu berpegang ke omongan salah satu temen gue "if it doesn't kill you, then it'll only make you stronger." then again, it works. mungkin gue memang orangnya cepet melupakan segala macem sakit hati. mungkin gue emang gampang suka sama orang. tapi gue juga sebenernya ngga pernah bisa deketin 2 orang dalam waktu yang bersamaan. kalo satu ya satu aja. kalo ngga work well ya sudah, mau apa lagi? cari yang lain lah..
[Current iPod Track : Jason Mraz - 1000 Things]
i know, i'm not that good at approaching someone. cos i'm me. like i said to one of my friends, i'm just trying to be myself. isn't that's what honesty means? if i change the way i talk, just to please someone, wouldn't i be lying to that person? wouldn't i be lying to myself? it's just not the real me, and i just don't like it. i guess i just want other people to notice me as who i really am. tell me, is it so hard just to notice someone's good intention? all i need, all i want was a chance to show you who i really am. you don't have to be a great talker, i just need a good listener. you don't have to be a great lover, i just need someone who can accept me just the way i am. cos nobody's "perfect" and i'm way too far from "perfect". but i can love you in a way that you've never imagined before. so please, notice me. i'll be waiting.
[Bondan, 28 Desember 2006, 12:36 PM, save room for my love, save a little..]
Thursday, December 21, 2006
a memory | reminiscing the town
[Bondan, 21 Desember 2006, 12:08 AM, "i'm tired of being alone.. so hurry up and get here.."]
Friday, December 15, 2006
catatan kecil setengah duabelas | kembali ke titik nol
sebenarnya sudah lama sekali saya ingin bertemu dengan seseorang, namun mungkin dia terlalu sibuk dan ngga ada waktu untuk sekedar me-reply message di friendster atau yahoo messenger. dering nada sms alert itu pun sudah cukup lama juga tidak saya dengar sejak setengah sebelas. mungkin blog saya ini pun juga tidak sempat dia baca. setelah beberapa saat lalu saya mencoba dan berusaha untuk "get back to the top of my life" namun entah kenapa saya kembali terjatuh. sakit sekali memang, (ngga papa kok, sudah saya maafkan.) namun begitulah hidup. you'll learn how to live by actually living your life. dan saya selalu berpegang pada kata2 yang diucapkan salah seorang sahabat saya, and it helps a lot. "if it doesn't kill you, then it'll only make you stronger." mungkin ini saatnya saya untuk kembali ke titik nol, dan berusaha menyusun kembali prioritas dalam hidup saya. beberapa waktu lalu Brandon sempat menitipkan pesan kepada saya, tolong sampaikan kepada Amelie, katanya. "say you'll leave if you wanna leave. say you'll stay if you wanna land. say you're there, or anywhere." hahaha.. sepertinya Brandon lagi kangen banget sama Amelie..
[Bondan, 15 Desember 2006, 07:55 PM, trying to get back to the top of my life, again.]
Thursday, December 14, 2006
why can't you just.. | tired
help me believe in everything i see and i feel
cos i've been down since you come around
you choose to leave, why don't stay a while and see me..
maybe, another love will come and save me
somehow i have to stay alive don't hate me
you stole the pride of my deepest side
and ran away without looking back, you kill me, so heal me..
i've been making love songs, why can't you just love me?
and i've tried to sing it, why cant you just hear me?
i'm cold and hopeless..
i've been saving love songs, why can't you just love me?
and i've tried to sing it, why cant you just hear me?
i'm cold, and i'm hopeless, and i'm cold, and i'm hopeless..
bondanrastika@14/12/06 - 6:06 PM [waiting for another someone who can hear my cries]
Monday, December 11, 2006
Semalam di Dalmasca
White Mousse (Rank V)
Pertama-tama aku datang kepada Sorbet, seekor moogle di sekitar West Gate, Rabanastre. Jadi ceritanya si Sorbet ini lagi jalan-jalan di Garamsythe Waterway, lalu kunci waterway-nya jatuh. begitu sadar, ternyata udah dimakan sama si White Mousse ini. Katanya dia liat di sekitar West Sluice Control. Ok, first task is up. Aku berjalan menuju Garamsythe Waterway lewat Lowtown, kota di bawah tanah Rabanastre. Memasuki Garamsythe Waterway, aku sempet kebingungan di Central Waterway Control. Soalnya sebagian jalannya terendam air, jadi ngga bisa lewat. Tapi setelah muter-muter, akhirnya nemu juga jalannya. Sampai di West Sluice Control, aku harus menghabisi beberapa Malboro Overking, cukup merepotkan, tapi masih bisa kuatasi, level 34 nih ye. Aku pun makin percaya diri. Ups, ada Water Elemental disana, mending jangan ganggu deh, monster itu rese banget. HP nya ngga ketauan berapa, udah gitu kebal serangan fisik, sampe sekarang aku masih belum tau cara ngalahinnya pake apa, dududu.. Aku lewat dengan santainya. Sampai akhirnya si White Mousse jelek itu menampakkan diri. Ih jelek bener, tampangnya kaya lendir ngga jelas gitu. Langsung aja aku gebuk. Prak!! Wih!! Damage ku sampe 1000 lebih. tapi kok HP si White Mousse itu berkurangnya nyicil bener yak? Waduh, ini apa lagi? Kok Water Elemental ikut-ikutan nyerang? Ok, this is bad. Aku cabut dari situ, Balthier, Fran dan Larsa juga ikutan cabut. Tapi sayang si Fran koit di tengah jalan, keganjel sama si lendir jelek dan Water Elemental keparat itu, yah disiksa deh. Ya sudahlah hidupin aja lagi nanti kalo udah aman situasinya. Ok, aku kembali ke Central Waterway Control, disini ada Save Crystal. Begitu aku menyentuh Save Crystal itu, Fran langsung hidup lagi. Kayaknya dia ngambek gitu tadi kutinggal, ya sudah, misi berikutnya aku pergi sama Basch dan Lady Ashe sajalah. Oh iya, Larsa masih ikutan ya?
Ring Wyrm (Rank III)
Keluar dari Garamsythe Waterway, mumpung masih di Lowtown, aku mencari orang yang bernama Balzac. Katanya ada di North Sprawl, hmm gampang sekali menemukannya. Balzac bilang, pas dia lagi latihan bersama pasukannya di daerah Windtrace Dunes, Dalmasca Westersand, ada Ring Wyrm yang kuat banget ngga bisa dia kalahin, dan si Ring Wyrm ini nggangguin latihannya. Makanya dia nyari-nyari orang buat bunuh monster yang ukurannya segede-gede alaihim ini. Tapi dia bilang, nongolnya cuma sekali-sekali aja, terutama pas lagi ada badai pasir. Katanya hati-hati, pas badai pasir itu zero visibility. Ah, kecil lah buat level 34. Aku kan dari kemarin udah leveling gila-gilaan. And so I, Basch, Lady Ashe, and Larsa headed west. kita sampai di Dalmasca Westersand, kalo dari Rabanastre itu lewatnya West Gate (ya iyalah, masa mau ke Westersand lewat East Gate, mana nyambung.) Di Galtea Downs ngga ada apa-apa, lanjut ke The Midfault. Hmm, lagi-lagi isinya monster cupu semua. Masa ngga lebih dari 66 EXP? Mendingan hunt di Ozmone Plains tadi deh, masih 300an EXP nya. Next stop is, Windtrace Dunes. Hmm, sepertinya nasib baik, pasti bakal ketemu Ring Wyrm nih, soalnya lagi badai pasir disini, cakep dah. Aku, Basch dan Lady Ashe berjalan terus di tengah-tengah badai pasir yang aduhai. Bener-bener zero visibility nih, kedepan ngga liat apa-apa. Tiba-tiba di depan mata terlihat sesuatu yg guwede segede-gede alaihim (sepertinya ini baru kakinya si Ring Wyrm doang deh.) Ah, ternyata benar, aku langsung maju sendirian. Basch, Lady Ashe dan Larsa ngga mau kalah ternyata. Mereka ikutan maju, tapi tetep disiplin. Kalo ada salah satu dari kita yang HP nya kurang dari 50%, langsung dilemparin Hi-Potion biar penuh lagi HP nya. Setelah pertarungan yang cukup melelahkan (serius nih, hampir setengah jam bunuhnya) akhirnya tumbang juga si Ring Wyrm raksasa itu. Wow, dapet 16 LP. Ok, waktunya melapor ke Balzac. Eit, tunggu dulu. Ini kan kita lagi di Dalmasca Westersand. Kalo ngga salah tadi katanya si Tavernmaster.. Hmm..
Marilith (Rank V)
Sebenarnya orang pertama yang aku datangi untuk nerima kerjaan adalah si Tavernmaster di Sandsea tavern, Rabanastre. Ya secara dia yang paling deket dari yang lain ya aku temuin duluan. Permintaannya agak-agak aneh sih menurutku. Dia meminta sebuah ingredient penting buat bikin wine, yang cuma bisa didapet dari Marilith, monster ular yang ada di Zertinan Caverns, yang letaknya itu di suatu tempat di deket Dalmasca Westersand gitu lah. Pokoknya masuk ke Zertinan Caverns dari Dalmasca Westersand, tepatnya dari Shimmering Horizons, deket-deket pintu masuk pasti ketemu deh, katanya gitu. Jadi bukan dari Ogir-Yensa Sandsea atau Nam-Yensa Sandsea, apalagi Ozmone Plains. Ih gede bener sih ini Zertinan Caverns. Nah, kebetulan. Aku makin pede karena baru aja selesai menghabisi Ring Wyrm, tanggung lah kalo balik dulu, level 34 ini, ngga takut deh. And then, kita langsung menuju Shimmering Horizons. Setelah berjalan agak ke barat, kita menemukan pintu masuk ke dalam gua. Ah ini pasti pintu masuk yang dibilang sama si Tavernmaster nih. Ayo kita kemon guys! Sampai di dalem gua, suasananya memang gelap sekali. Aku harus melakukan skill Libra supaya inderaku lebih tajam, kali aja ada perangkap yang sengaja dipasang, kan ngga lucu kalo kena perangkap. Makin kedalam makin gelap nih suasananya, kok perasaanku ngga enak ya. Tuh kan bener ada Explosion Trap, banyak pula. Untung tadi udah Libra, jadi keliatan deh trapnya ada dimana aja. Hmm, sudah 5 menit mencari nih, kok ngga ketemu-ketemu ya Marilith-nya. Aku sampai di sebuah tempat yang letaknya agak mojok. Selagi kita mempersiapkan beberapa Magick seperti Regen, Protect, dan Shell, tiba-tiba terdengar suara mendesis. Marilith!! Angkat senjata dan maju!! Aku kembali di posisi paling depan. Basch dan Larsa juga maju, tapi tidak sedekat aku. Sementara Lady Ashe agak sedikit di belakang, untuk Support, karena tadi waktu melawan Ring Wyrm, lebih efektif begitu. Setelah beberapa menit bertarung, HP Marilith terlihat mulai berkurang, dari seperempat, setengah, kemudian tigaperempat. Itupun setelah menerima damage yang total jumlahnya kira-kira sekitar 50000. Damn! Tebel juga nih uler, pikirku dalam hati. Tiba-tiba Marilith mengamuk! Aku dihajarnya 5 kali. Sekali gebuk HP ku berkurang 700. Hi-Potion yang dilempar Basch dan Larsa ngga cukup buat nutupin damage nya, padahal HP ku totalnya 2000an lebih. Wah, terkapar deh aku, tinggal Basch, Larsa sama Lady Ashe. Samar-samar sempet kulihat Larsa juga terkapar, habis HP nya cuma 1000an, udah gitu dia ngga ngambil License buat HP+ sih. Wadoh Basch juga kena getahnya, tinggal Lady Ashe sendirian deh. Sepertinya dia memanggil bala bantuan, tak lama datang Penelo dan Fran, back in the action. Penelo begitu datang langsung menggebrak pake Quickeningnya, Intercession, disambung sama Feral Strike-nya Fran dan Northswain's Glow-nya Lady Ashe, di detik-detik terakhir perlawanannya. Singkat cerita sepertinya Marilith memang masih terlalu kuat buat level 34. *sigh* Lady Ashe dan Penelo terkapar setelah MP nya habis dan ngga sanggup buat melakukan Cure lagi. Sementara Fran, di detik-detik terakhir sempat dibantu sama Balthier, walaupun akhirnya mereka berdua memilih buat kabur juga. Tapi Marilith tetap mengejar, dan lagi-lagi Fran koit di tengah pelariannya. Tinggal Balthier sendirian, dengan HP yang sudah Critical, sekitar 400, masih berusaha mencapai pintu keluar gua yang sudah terlihat, tinggal beberapa langkah lagi. Namun apa daya, Marilith berlari lebih kencang. Disarangkannya sebuah pukulan yang cukup telak ke tubuh Balthier. 700 Damage. Balthier pun ikut terkapar. Padahal tangannya sudah persis di depan mulut gua, sayang sekali. Marilith, setelah berhasil menghabisi kita semua, berbalik kembali menuju sarangnya, Zertinan Caverns.
Dan kemudian tulisan GAME OVER berwarna merah menghiasi layar tv di kantor. Saya tidak punya pilihan lain selain menekan tombol START dan memilih LOAD GAME (ya iyalah, masa milih NEW GAME?) Ah, sepertinya angka 34 itu harus berubah menjadi 50 dulu, atau minimal 40 lah, baru saya akan kembali menantang White Mousse, Ring Wyrm, dan Marilith. Keparat. Ngulangnya jauh sekali. Tapi mulai sekarang saya berjanji akan rajin nge-save, deh.
[Bondan, Senin 11 Desember 2006, 11:29 PM, pokoknya harus sampai level 50, walaupun harus menghabiskan semalam di Dalmasca]
Wednesday, December 06, 2006
3/4 | tigaperempat
maka saat ini saya sedang 3/4
kalau komputer bilang 1 adalah ya dan 0 adalah tidak
maka 1 adalah benar dan 0 adalah salah
kalau komputer bilang 1 adalah benar dan 0 adalah salah
maka 1 adalah positif dan 0 adalah negatif
kalau komputer bilang 1 adalah positif dan 0 adalah negatif
maka 3/4 adalah ragu-ragu
tidak 1/2, tidak 1/4, tapi 3/4
karena itu sebelum menjadi 1/2, sebelum menjadi 1/4, dan sebelum menjadi 0
tolonglah saya membuat 3/4 ini (kembali) jadi 1
bondanrastika@6/12/06 - 00:19 AM [sambil merenung di tigaperempat malam]
Tuesday, December 05, 2006
you never asked | part three
“izzi pizza kemang?”
“iya itu, mmm.. tahun depan kita masih sama2 ngga ya?”
“maksudnya?”
“ngga, aku lagi takut banget kalo kita sampe harus pisah”
“aku ngga kemana2 kok”
“bener? aku bisa punya kamu sampe kapanpun?”
“iya, aku ngga kemana2”
“makasih ya Bee..”
“aku sayang kamu”
“aku juga, sayang banget sama kamu”
pelan2 pandanganku kabur, dan semuanya mulai memutih. silau sekali. mungkin aku seperti orang yg mau mati. ya, aku ngga tau gimana rasanya soalnya belum pernah ngalamin yg namanya di ujung nyawa. tapi tiba2 aku bernafas lagi, walaupun terengah2. badanku basah kuyub, keringat bercucuran. tanpa sadar pula ternyata aku meneteskan air mata. pelan2 pandanganku kembali normal. yg terlihat hanya sebuah ruangan kecil. aku yang sebelumnya terbaring di kasurnya sekarang sedang terduduk lemas. laptop di samping bantalku masih menyala. Microsoft Word pun masih terbuka. sepertinya kursornya juga masih di tempat yg sama seperti tadi malam. ya secara laptopnya sempet aku pindahin ke samping bantal, biar ngga ketendang2 kalo aku tidur. masih persis di sebelah kanan huruf e di akhir kata itu. “Amelie”. hah.. ternyata aku ketiduran. jadi semua itu tadi cuma mimpi. entah kenapa tumben2 nya aku mimpi tentang Priscilla, mantan pacarku yang sudah sejak setahun ini ngga pernah aku denger lagi kabarnya kaya gimana. mimpi yg aneh.
Priscilla dan aku dulu sempet jadian lumayan lama. sekitar 6 tahunan. dan kebetulan Priscilla ini pacar pertamaku, sampai setahun yg lalu dia memutuskan untuk lepas dari aku, karena ngga tahan dengan long distance relationship. memang berat sih. apalagi aku juga jarang pulang ke jakarta, soalnya kuliahku disini bener2 ngga bisa ditinggal2, sibuk terus. akhirnya setelah putus, ya aku bilang sama orangtuaku di jakarta, aku mau stay di sini dulu. toh mereka juga ngga keberatan. maybe i just need some time for myself. yah pacaran2 sama cewek sini lah. tapi nanti pasti ada saatnya aku balik lagi ke jakarta, cuma belom tau kapan. nikmatin aja lah dulu yang sekarang ada di depan mata. di depan mata sih ada laptop. eh, tunggu dulu. wah kursornya berhenti di kata Amelie.. mungkin semalem pas aku nulis berhenti disini, aku ngantuk banget kali ya.. btw itu kok.. jam di ujung kanan bawah itu terlihat seperti angka.. aduh silau bener. angka berapa sih itu? aku memicingkan mata untuk mengimbangi cahaya dari layar laptop yg masuk ke mataku, mencoba memfokuskan mataku pada angka jam yg terletak di kanan bawah itu.
oh crap. jam 9 pagi..!! kenapa si Daryl kampret itu ngga bangunin aku sih? wah bisa telat nih janjian ketemu sama Amelie. haduh. handphone, handphone. mana ya handphone ku. ah ini dia. lho? 3 misscall, private number? ah bodo ah, ngga ada waktu nge-trace balik nomernya. aku musti siap2 mandi2 dan segala macem. mana ya kemarin nomernya Amelie. ya ampuuun. ada di saku baju yang itu. dan baju itu kemarin aku cuci. mati lah. coba telpon Daryl deh, kali aja dia tau. aku mencari nomer Daryl di contacts. tapi belum sampe huruf D, ternyata nomernya Amelie udah aku simpen di contacts. haaah lega. untung udah aku save. ok, waktunya menelpon nih.
sebentar.. aku memang suka agak2 gugup kalo ngomong sama cewek, apalagi pertama kali, hmm.. ah sutralah, go show aja. here goes.. terdengar nada sambung konvensional, tuuut.. tuuut..
“hi, is this Amelie?” sapaku.
“yes, this is her, who is this?” jawabnya sambil balik bertanya.
“it’s me, Brandon, Daryl’s friend, err.. housemate” jawabku.
“oh yeah, the one from that coffee shop, right?” katanya.
“yeah, right. how’re you doin’?” tanyaku.
“fine, thanks. you know what, i was about to go to the breakfast corner in front of your coffee shop” jawabnya.
“no kidding, i was about to go to the coffee shop. wanna meet there?” tanyaku, dengan sedikit berharap.
“hmm.. actually there’s something i like about the breakfast corner across your place, but it’s fine with me if you wanna meet at your coffee shop. besides i need to see Daryl, and i need a place where i can stay for hours.” jawabnya.
“ok then. it’s my treat. i’ll see you later when i get there, ok?” kataku.
“ok, see ya later, bye” jawabnya.
“bye” kataku.
suara Amelie cukup enak didengar, dan pastinya saat menelpon tadi sedikit demi sedikit, walaupun aku tahu itu susah, tapi aku masih saja berusaha melukis raut wajahnya di otakku. rasanya kali ini lebih mudah melakukannya karena aku dibantu dengan suara yang keluar lewat speaker telepon. setiap nafas suaranya kuterjemahkan sebagai goresan lukisan wajahnya yang makin lama tak kunjung juga makin jelas. mungkin harus kuambil fotonya. ya betul. difoto saja. susah amat. hahaha.. wah aku harus segera siap2 nih, udah jam 9:30. aku juga bilangnya tadi langsung ke coffee shop. mati deh. belom milih baju, belom beres2 laptop, aduh handuk kemana pula. mungkin di jemuran deket balkon. nah ini dia. aduh!! apaan tuh yg ketendang? yaaa ampuuun ini Pringles sama Coca Cola kok berantakan gini? abis pula, duh laper. kampret nih si Daryl sama Sean. udah ngga bangunin, pake ngabisin makanan, berantakan pula. wah kapal pecah! aduuuh iya lupaaa air buat mandi juga belom dipanasin. hadoooh, sempet ngga ya jam 10? huh.
aku mulai mandi buru2. di tengah2 suasana hati yang lagi cranky, kayaknya air yg mengguyur kepala rasanya dingiiin, segeeer banget. selesai mandi, aku melihat ke kasur. aduh aku musti beres2 laptop dulu nih. eh, tunggu dulu, perasaan dari tadi kok sepi sih di kamar ini? buset. iPod-ku kemana? kok ngilang gitu dari dock-nya. aku mencoba mencari kesana kemari. jangan2 ngumpet di balik bantal.. oh, ngga ada. di ruang tengah.. duh ngga ada juga. dimana ya kemarin itu terakhir aku taro. tapi perasaan tadi malem begitu aku pasang di dock aku langsung nyebur ke kasur deh. hmm pasti dibawa Daryl nih. mending aku telpon dia aja buat mastiin. lama amat sih ngangkatnya…
“s’up B?” teriak Daryl.
“Daryl, where are you? and what’s with the shouting?” tanyaku.
“i’m at the gameshop, Sean’s with me, and it’s crowded like hell here. i just read the newspaper this morning, PlayStation 3 is here! we’re looking at the new PlayStation 3, B! you gotta be kidding if you’re not jumping here to see it. oh, and by the way, Sean’s taking one home with him, so i’ll definitely pass the gym tonight. if you wanna go to the gym with me tonight, well.. i can’t go. maybe some other time.” jelas Daryl dengan volume suara yang bikin budek.
“WHAT?! PS3?! oh crap! damn you Sean! i’m gonna hate you for the rest of your life, hahaha.. hey D, who’s gonna go with you anyway? duh.. oh by the way, did you snatch my iPod from the speaker dock?” balasku.
“oh yeah, i forget to tell you, i’m borrowing it, just wanna copy some new songs from Sean’s PowerBook, you’ll love them. i’ll return it to you tonight, after the PS3 madness is over. kay?” jawabnya.
“oow ok. catch you later D, i gotta run, i’m seeing Amelie, bye.” jawabku.
“ok, bye” jawab Daryl singkat dan menutup telepon.
aku bergegas ganti baju, siap2 dan buru2 berangkat. secara ini udah jam 9:45 gitu ya.. sial tadi mustinya mandi cuma 5 menit, gara2 ngerokok dulu jadi 10 menit deh. nelpon si Daryl juga ngga penting tuh, aaargh damn. kalo bukan gara2 Daryl ngomong ada PS3, pasti detik ini aku udah di jalan. si Sean beli PS3 juga akhirnya. padahal baru beberapa bulan yang lalu kita bertiga main ke rumahnya nyobain XBOX 360 dan HDTV Samsung-nya yang baru itu. ok, enuff with all that. gotta run to the bus station before it’s 10, or i’ll be a jerk. wih, rush hour nih. tidak lupa mengunci pintu. aku masih punya 10 menit untuk buru2 cabut ke coffee shop, dan mengangkat.. telpon.. what?? my mobile phone’s ringing? hmm private number itu lagi. mungkin adikku, atau orangtuaku. aku mencoba mengangkat telpon dengan santai, sambil berusaha menyembunyikan ketergesa2anku.
“Halo? Brandon?” hmm..? bukan adikku, bukan orangtuaku, tapi sepertinya aku kenal dengan suara ini. siapa ya? seperti suara yang sudah lama sekali ngga pernah terdengar di kupingku.
“Yes, who is this?” tanyaku tanpa basa basi, sambil jalan ke halte bus.
“ini aku, Priscilla. udah lupa ya?” jawab suara di ujung sana. mendadak langkahku terhenti. hampir aja orang yang lagi jalan di belakangku menabrakku. habis tiba2 aku terbengong kaya sapi ompong. mukaku pasti terlihat seperti orang tolol nih. astaga. ya ampun. udah lama banget aku ngga denger suaranya Priscilla. ya memang selama ini aku udah ngga pernah nelpon atau sms apalagi chat di messenger. tumben aja nih dia nelpon duluan. ada apa ya kira2.. di tengah2 keterkejutanku itu, kemudian Priscilla ngomong lagi.
“maaf, aku ganggu ya?” tanyanya.
“oh, heyyy.. apa kabar Pris? ngga ganggu kok, biasa aja, cuma aku kaget banget kamu nelpon, hahaha.. aku lagi di jalan nih, gimana Jakarta? masih macet?” kataku sambil berjalan kaki, dengan nafas yang terengah2. aku bener2 ngga bisa menyembunyikan kekagetanku. tapi lebih ngga bisa lagi kalo jam 10 belum nyampe ke coffee shop. ngga mau sih tepatnya. lalu kemudian aku jalan lagi.
“ya gitu deh.. aku ganggu ngga nih? kamu lagi sama Daryl ya?” sambungnya.
“hahaha.. ngga kok beneran deh. Daryl lagi pergi sama Sean, aku ngga ikut. aku kan sekarang buka coffee shop. ini lagi jalan mau ke sana. kamu sih, ngga pernah contact, jadinya ngga tahu. udah hampir setahun, sekarang baru nongol lagi ke permukaan. ngga kelamaan tuh tenggelemnya?” tanyaku.
“iya maaf, soalnya aku sibuk banget” jawabnya.
“kok kamu ngga pernah ngasih kabar sih? how come i never heard anything from you, even from your friends?” tanyaku.
“well, you never asked..” jawabnya singkat.
belum sempat aku membalas kata2nya, tiba2 terdengar suara tut tut tut. lho keputus? membuatku bertanya2. ada apa ya si Priscilla nelpon kemari. tapi aku yakin kalo ngga penting banget dia ngga akan nelpon kemari. aku pun meneruskan perjalanan menuju coffee shop, sambil dipenuhi pikiran2 dan dugaan2 yang kubuat sendiri. soal Priscilla. kira2 dia nelpon ada perlu apa ya. dan itu masih terbayang2 dari mulai aku tutup telpon, nyampe di halte bus, menunggu 5 menit dan naik bus ke arah kampus. perjalanan dari halte deket apartemen ke coffee shop deket kampus emang cuma 15 menit. tapi kalo jalan kaki entah kenapa akan sangat terasa lama sekali, hahaha.. akhirnya sampe di perempatan Vassar St dan Massachusetts Ave. ah, ini dia. 77 Massachusetts Avenue, Massachusetts Institute of Technology. sepertinya aku harus turun disini. hup. aku melangkahkan kaki kiriku begitu turun dari bus. tinggal jalan kaki sampe ke coffee shop. crap. jam 10:10. mudah2an Amelie masih ada disana.
aku mempercepat langkah. coffee shopnya sudah mulai terlihat. di salah satu jendela terlihat seorang perempuan yang wajahnya berusaha kugambar di otakku sejak kemarin. terlihat sibuk dengan iBooknya. tapi tiba2 pandangan surga itu dikejutkan dengan dering handphone yang menunjukkan ada sms baru. duh siapa sih nih, ganggu aja. pasti si Daryl sama Sean pengen pamer kalo mereka udah pulang sambil bawa PS3 deh. dasar dua orang itu. kubuka inboxku. hmm? sendernya bukan Daryl, tapi “no number”. siapa sih ini? kubuka message itu. kubaca isinya, aku terdiam, aku tetap memandangi pesan itu walaupun kata2 terakhirnya bikin aku mau pingsan.
“Bee, ini aku, Priscilla. sorry tadi telpnya keputus, mungkin jaringannya error. but don’t worry, i’ll be quick. aku cuma mau kamu tau kalau.. aku udah menikah sama orang lain.. jadi mulai hari ini, anggap aja kita udah ngga kenal satu sama lain ya.. take care, bye.”
aku terdiam. langkahku terhenti. padahal aku tinggal beberapa lagkah lagi sampai di coffee shop. sepertinya Amelie melihatku. dia melambai ke arahku dari balik kaca jendela, seperti berkata “hey sini, aku disini lho..” aku memaksakan diri berjalan masuk ke coffee shop, dan menuju ke mejanya. langkahku terasa berat sekali. sepertinya separuh diriku mencoba menarikku, menjauhkan aku dari Amelie, yang sudah ada di depan mataku. mencoba menjebloskan aku kembali dalam perangkap masa lalu. namun aku terlalu keras kepala. aku menarik tubuhku, memaksa kakiku berjalan maju. dan aku menang. akhirnya separuh diriku itu tertinggal di luar, di tempat aku berdiri terdiam sewaktu menerima sms dari Priscilla. saat aku duduk pun, aku bisa melihat separuh diriku ada di luar, memandangi aku yang sedang duduk bersama Amelie. separuh diriku, masih terjebak di masa lalu. masih berusaha menerima kenyataan bahwa aku dan Priscilla sudah tidak akan mungkin bisa bersama lagi.
buku yang lama sudah habis kutulis. tak ada halaman yang tersisa. kini buku itu berpindah ke tangan orang lain. mungkin orang lain itu membaca kisahnya, dan ingin melanjutkan ceritanya. tak mengapa. tulislah sesukamu. aku tak perduli, karena sekarang itu bukanlah tanggung jawabku. aku sudah menulis bagianku, dulu. dan sekarang aku tak akan menulis di buku itu lagi, karena bagianku sudah selesai. sekarang saatnya aku menulis kata pengantar di buku yang baru.
Friday, December 01, 2006
catatan antara sebelas dan duabelas | too many bricks hit my head
ini kok ngomongin ulang tahun sama kado melulu sih? sebelas kali ini banyak sekali hal2 yang berjalan jauh diluar ekspektasi saya. bermula dari ulang tahun seseorang yang malah berubah jadi tragis, sampai saya harus mengungsi keluar dari rumah saking enegnya. ada apa sih dengan orang2 itu, makin tua kok bukannya makin dewasa, malah makin kaya anak kecil. situ tua? jelas tambah tua. situ baik? ya kalo ngga baik, saya ngga mungkin sehat walafiat seperti sekarang ini. situ bijak? ngaca deh. begitu mudahnya persepsi saya selama ini tentang orang paling bijak sedunia hilang begitu saja. just like a finger snap. "snap!" gone.
kemudian, ah iya.. pintu itu tertutup lagi entah kenapa. persis dari hari ke dua di awal sebelas sampai hari ke dua sebelum akhir sebelas. saya pikir sudah bisa membuka sedikit demi sedikit dari sejak itu. benar2 ya sebelas kali ini mungkin semua isinya cobaan yang cukup berat dalam sejarah hidup saya. tak banyak update di friendster, tak banyak comment di blog, tak banyak e-mail di google, tak banyak obrolan di messenger, hanya sekedar hai dan bye. offline message pun kadang cuma dari orang2 yang tidak terlalu saya harapkan. ya untungnya juga sih mereka masih inget sama saya, hahaha.. paling males soalnya kalo ngga ada temen, mati gaya. yah intinya sebelas ini penuh cobaan.
anyway.. mendekati akhir sebelas kali ini, secara, saat saya menulis, waktu sudah menunjukkan jam 00:10, hari ke 30. sedikit angin segar mampir menyapa saya yang sedang dibayang2i kegelisahan. rasanya duabelas nanti saya percaya bahwa saya akan mendapatkan semangat baru, lepas dari sebelas yang penuh cobaan. tak sabar rasanya menunggu duabelas yang hanya tinggal kurang dari 24 jam lagi. akhir2 ini pun hobi musik saya tersalurkan dengan baik. mulai rajin menekan tuts2 piano lagi, mulai rajin memetik senar2 gitar lagi, dan mulai rajin ngabsen ke tempat2 arcade buat main GuitarFreaks dan DrumMania. ya kalo lagi kepepet main drum sama gitarnya pake PS2 di kantor lah. pokoknya semua harus semangat. ya ya.. yang kita butuhkan cuma kejujuran, saya setuju sekali. sejujurnya saya tidak ingin terlalu berharap, karena kalau terbang terlalu tinggi jatuhnya pasti sakit sekali. been there done that. tapi kalau masih ada waktu, mungkin kita bisa bertemu di saat duabelas menuju satu.
[Bondan, 1 Desember 2006, 00:01 AM, sambil membayangkan kelanjutan cerita Brandon dan Amelie.]
Thursday, November 30, 2006
MAKI - モラトリアム (Moratorium)

(~スキャット) Slip out here (~スキャット) Please never end
どうでもいいような RADIOの声に耳を傾ける
泣いてもいいような 最悪の終わり方をした恋は
Love or Hate , Truth or lie じゃなく
単純にあなたが欲しかった
一生に一度 あるかないかの
モラトリアムで
この想い 傷みは
私を追い詰めているの
ノドが枯れる程に
今はもう 歌えない
苛立ちと 戸惑い
いつかは忘れる日が来るの?
未来(あした)は来なくてもいい
--------------------------------------------------
(~scat) Slip out here (~scat) Please never end
doudemo iiyouna RADIO no koe ni mimi wo katamukeru
naitemo iiyouna saiaku no owari kata wo sita koi wa
Love or Hate , Truth or lie zyanaku
tannzyunn ni anata ga hoshikatta
isshou ni ichido aru ka nai ka no
moratoriamu de
kono omoi itami wa
watashi wo oitsumete iruno
nodo ga kareru hodoni
ima wa mou utaenai
iradachi to tomadoi
itsuka wa wasureru hi ga kuruno?
ashita wa konakutemo ii
Now Playing on Guitar Freaks V2 & Drum Mania V2
Wednesday, November 29, 2006
the cant-live-without list
hare gene ngga punya hape? hape deeeh.. (maksudnya chape deeeh..) hape nokia CDMA kesayangan yang contacts list nya udah diwariskan turun temurun dari hape2 gw yg sebelumnya. udah gitu nelpon sesama esia kan sejam cuma seribu, sms cuma gocap. wah gila. calling2 paradise deh. makan tuh kuping panas.
nec versa
ini nih temen paling setia yang gw punya. ngga pernah bandel, ngga pernah protes, selalu mempertemukan gw dengan temen2 gw di yahoo messenger, selalu setia membuka halaman website friendster buat gw, selalu dengerin kalo gw curhat atau nulis blog, selalu mainin musik yang gw suka, selalu tahu game apa yang pengen gw mainin, selalu nemenin gw kemana2, di rumah, di kantor, di tempat nongkrong, pokoknya kapan aja, kemana aja, dimana aja. definitely cant-live-without this stuff.
imac
kalo yang ini sumber mata pencaharian gw nih, hahaha.. tanpa imac ini gw ngga bisa kerja whatsoever. dari tools buat ngedit video, ngedit audio, bikin animasi, bikin soundtrack, sampe ngeburn ke DVD. semua kerjaan gw ya dari sini lah biang keladinya. mana layarnya juga segede gaban pula, 20 inch. wih, workspacenya lega gila. i really thank god i can finally found my dream job. i love my imac, i love my office, i love my job.
ipod
currently contains 50 GB ++ of my songs, video, and photo library. enjoying hours of my compiled playlists never been this comfortable. paling sering nemenin gw kalo lagi nyetir, pasang ipod di tape mobil, jadi suara keluar dari speaker mobil. lalu gw tutup kaca mobil rapet2, dan gw bisa nyanyi teriak2 sekeras2nya tanpa ada yg denger. cukup bagus untuk melampiaskan dan menghilangkan stress. it works.
green tea
this is very hard to let go. kalo sampe pabrik green tea botolan di dunia ini bangkrut semua, kiamat lah buat gw. kemana gw pergi, apapun yg gw makan, selalu minumnya kalo ngga green tea, ya teh biasa. tapi biasanya rata2 restoran2 gitu ada aja sih green tea (kalo istilah kerennya namanya ocha) either itu manis atau tawar, fine with me, tapi biasanya sih gw pesen atau beli yg manis. asli kalo baru ngambil dari kulkas, dinginnya seger mampusss.
lucky strike menthol lights
mentha piperita my boy! sad to say, but i cant-live-without it, well.. for now, mabye yes. karena setiap kali nyetir, gw harus merokok. kenapa? karena kalo merokok harus buka kaca. jadi kalo ngerokok dan buka kaca ngga mungkin nyalain AC. kesimpulannya karena ngga pake AC, mobil gw jadi lebih irit bensinnya. bagus sekali bukan? daripada gw keluar duit buat ekstra bensin beberapa liter, mending gw beliin rokok. hahaha! (tapi kalo dipikir2 kok agak2 goblog ya? kekeke..) but later on, actually i'm planning to quit smoking.. really! cuma dua hal yang gw disiplin dari dulu. gw ngga pernah pake duit dari bokap nyokap buat beli rokok, jadi gw pake duit gw sendiri. dan gw ngga pernah ngerokok di depan cewe gw, atau orang yg lagi gw deketin.
last but not least. friends. best friends. and a girlfriend. (idih nulis2 girlfriend, punya aja ngga.)
you never asked | part two
“kemana perginya taksi2 itu ya? kok ngga ada yang nongol satupun. heran. ya udah lah jalan kaki aja.” gumamku dalam hati. ini kalo si Daryl sampe tahu aku jalan kaki, pasti dicela abis2an deh. pasti dia bakal bilang..
“what? hell no! so you prefer walking on the street over my suggestion, the treadmill?, boy are you old fashioned or what? technology, dude. technology.”
yeah rite. aku masih inget banget gimana raut mukanya waktu terakhir kali dia bilang kata2 itu.. hell no, dan dude. dasar bule sinting. tampaknya aku masih harus berjalan kaki kira2 3 blok lagi nih. untungnya tempat fitness si Daryl beda arah sama apartemen tempat aku tinggal, jadi ngga mungkin papasan. what? ok ok, fine. tempat kita tinggal. happy now? damn, i hate to admit that, but i gotta. just gotta.
“
“hey guys! didn’t expect to see you here” sapaku sambil menjabat tangan mereka.
“oh, we were just walking down the blocks, buying groceries, didn’t expect to see you too” jawab Mr. Ashcroft.
“is Daryl at the fitness center? as usual?” tanya Mrs. Ashcroft.
“yeah, he’s on the fitness center, probably trying to loose 2 or 3 pounds of body fat, hahaha..” jawabku.
“you’re not coming with him?” tanya Mr. Ashcroft.
“nope. i got some things to do, so i head home first.” jawabku.
“well, we were just about to leave as well, aren’t we? i have to prepare for dinner. oh, by the way, Danisha’s looking for you. i think he want you to help him on his science project. please stop by if you have time” kata Mrs. Ashcroft.
“oh yeah.. Danisha.. sure! will do. tell Danisha i’ll stop by tomorrow, maybe around dinner” jawabku.
“thanks,
“hey, you guys are always welcome. it’s nice to be a helping hand. so i’ll see you guys later, bye!” kataku.
“bye!” kata mereka.
wow. tak banyak yang berubah sejak aku pindah dari rumah mereka setahun yang lalu. Mr dan Mrs Ashcroft itu dulunya homestay parents-ku waktu masih kuliah di MIT. kebetulan setelah kita berdua lulus, ya kita dengan penuh kesadaran langsung menyewa apartemen sendiri, soalnya mereka juga kayaknya udah begah denger kita kalo lagi ribut2 di kamar atas, project apapun itu yang lagi kita kerjain, hahaha.. jadi inget dulu si Danisha juga suka nimbrung kalo kita lagi ngerjain science project yang rusuh2. anyway, akhirnya aku sampe juga di rumah. baru jam 8:30. kayaknya sebelum melanjutkan FF XII, kalo mandi dulu seger banget nih..
entah kenapa malam ini di kamar mandi aku menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya. ah, gara2 ingat sama si Amelie nih. mencoba menggambar raut wajahnya di otakku. ok, ngga terlalu berhasil. cuma sedikit demi sedikit yaaah bisa lah. maklum tadi cuma sempet liat beberapa menit sebelum dia pergi dari breakfast corner di seberang coffee shop ku. wajahnya.. t shirt putihnya.. iBooknya.. terdengar suara orang lalu lalang di depan coffee shop.. lalu terdengar suara pintu terbuka.. lho? pintu terbuka? lagi2, tiba2 lamunanku buyar karena seseorang membuka pintu depan. ah, paling si Daryl baru pulang. eh, bentar deh. Daryl pulang? berarti ini jam 10 dong? buset. lama juga ya aku di kamar mandi.
“you home B?” sepertinya si Daryl kebingungan mencariku.
“in the bathroom!” teriakku.
“yo, i brought Sean with me, he’s spending the night over.” katanya.
“hey
“nah, he’s probably busy remembering that girl from the breakfast corner earlier this morning, right B?” kata Daryl.
“shut up, D!” teriakku.
Sean Bradley. Sean ini juga salah seorang temanku satu fakultas waktu di MIT. rumahnya emang deket banget sama tempat si Daryl fitness. hobinya motret. pokoknya kalo ke rumahnya, jangan liat2 koleksi kameranya deh. ada satu kamera yang bentuknya jadul banget, dan kalo dia sampe ngegep-in kita lagi ngeliatin kamera itu, sebelom kita sempet nanya pasti dia udah langsung berkoar2 soal darimana asal usul dia dapet kamera peninggalan kakeknya itu. such a fascinating story sih, sebenernya. tapi dengerin penjelasannya itu kayaknya lebih lama daripada dengerin playlist “All Songs” di iPod-ku. ah, pokoknya ribet deh. ok, berhubung Daryl udah pulang, dan aku paling males kalo dia ribut gedor2 pintu kamar mandi gara2 kebiasaannya yang suka kebelet boker mendadak, jadi mendingan aku buru2 keluar dari kamar mandi aja deh. setelah ganti baju dan beres2, aku nongkrong sama Daryl dan Sean di ruang tengah. yah, mereka lagi pada main Tekken 5. kayaknya FF XII nya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan nih.
“hey Sean, what’s with the world lately?” tanyaku.
“nothin’ just hangin’ around. hey, i got a couple of great shots from that motor show i went to last Friday, thought you might wanna take a look at it. it’s on my Powerbook. just gimme a minute, i gotta beat this stupid ass.” jawab Sean sambil main Tekken.
“who’re you callin’ stupid ass, you frickin’ little.. aaargh!!! rematch! i demand a rematch!” protes Daryl.
“tell ya what. why don’t you go to the practice menu, play with the dummy sandbag as your opponent, then you can come back challenging me in.. let’s see.. 2 or 3 days? if you’re good enough, that is, hehehe..” jawab Sean.
“you @#$%^&*?! show off!” kata Daryl. tapi tetep juga dia mainin practice-nya.
“so, wanna see my shots? there’s a lot of pretty girls here, too.” Sean menawarkan aku melihat foto2 yang diambilnya waktu liat motor show kemaren.
“nah thanks. i’m not really in the mood, hehe.. besides, i was gonna play FF XII before you two monkeys show up in my place.” jawabku.
“you mean one monkey show up in our place? and don’t forget the spend-the-night-over part. you’re not sleeping until i beat you boy!” protes Daryl lagi.
“damn! i gotta run to the bathroom. i demand a rematch!!” kata Daryl sambil berlari ke kamar mandi.
“he really need to see a doctor. i’m starting to think that it’s not a habit anymore, it’s an illness. definitely illness.” kata Sean.
“ah, just leave him be. c’mon let’s play.” kataku.
“you play Tekken? how come i never get to challenge you play?” tanya Sean.
“hehe.. you never asked.” jawabku.
“ha! i’ll fight your Asuka with my Nina, gyahahaha..” kata Sean.
“try me. just don’t cry if you lose.” kataku.
“we’ll see if your hands is as big as your mouth.” balas Sean.
tumben Daryl lama bener sih di kamar mandi. it’s 10:50 dan aku sudah melewati fight yang ke 25 nih. berarti kali ini kayaknya dia bener2 sakit perut tuh, gebleg. malam ini hujan lumayan deras. sampai2 aku terpaksa harus menutup pintu balkon soalnya hujannya mulai masuk2 ke dalem ruang tengah, anginnya juga lumayan bikin merinding. have i ever told you that i really like when it’s raining? yup. aku suka sekali suasana hujan. tiap rintik hujan yang menetes bunyinya seperti musik relaksasi di telingaku. saat2 kaya ini paling enak nulis blog, sambil ditemenin lagu2 di playlist “Rain” di iPod-ku, hujannya jadi makin berasa gimanaaa gitu.. wah kalo lagi hujan tiba2 berubah jadi mellow gini sih. jadi pengen menyendiri dan bercinta dengan laptopku. nulis blog dulu ah. sorry Sean, sepertinya dikau terpaksa main sendirian, hahaha.. bodo ah, lagi egois, lagi mellow.
“hey, i’m a bit sleepy, so i think i’ll crash first.” kataku.
“fine, but careful, this means that you’re letting me practice my skills. don’t blame me if i become harder to beat.” balas Sean.
“you still have the guts to say that? after i won 20 fight out of 25? right. in your dream, hahaha..” jawabku lagi.
“hahah.. c ya tomorrow B.” kata Sean.
“later dude.” kataku.
aku pun masuk ke kamar. kuambil laptop, colok kabel powernya ke outlet di tembok. ups, lupa pasang iPod di speaker dock. yup. pasang playlist “Rain”. lagu pertama langsung menyerang pikiranku dengan mantapnya. Shimokawa Mikuni - Mou Ichido Kimi Ni Aitai. waduh, artinya dalem gila, pengen ketemu kamu sekali lagi. makin kepikiran Amelie nih. ah iya, besok
Saturday, November 25, 2006
you never asked | part one
"hey, c'mon, stop trying to attract new customers with that look on your face, heheh.. oh, check table 4, the guest is leaving shortly" kata Daryl.
Daryl ini temen satu apartemenku. kerjaannya saban hari pulang dari kedai pasti fitness mlulu. udah berapa minggu ini dia nyetanin supaya aku mau nemenin dia. oh iya, by the way, ehm. i haven't got the time to introduce myself. namaku Brandon, Brandon Ruffian. setahun sudah setelah lulus dari MIT, akhirnya bisa juga mewujudkan cita2 yang dulu cuma berakhir sebagai tugas kuliah yang dibubuhi tanda A+. setelah lulus, aku membuka kedai kopi di daerah dekat2 kampus. eits. ini bukan kedai kopi biasa. di tiap meja ada monitor touch screen yang terhubung dengan server di kasir. jadi tamu2 bisa langsung memesan dari meja, tanpa harus memanggil waiter. bill nya juga bisa diprint dari meja langsung. sistem ini lengkap juga dengan member system, jadi tamu yang sudah jadi member bisa login dengan username dan password untuk bisa dapet diskon. ya tentunya ada membership annual fee yang harus dibayarkan. ok, enough with this high tech stuffs.
"what're you doin' out here anyway? looking for babes?" tanya Daryl sambil ikutan celingukan.
"didn't see any good looking babe around here.." tambahnya.
"you stupid ass. look over there. 2 o'clock sharp. white tees, jeans, a cup of coffee and a muffin. not to mention her iBook there." kataku.
"THAT babe? oh you gotta be kidding me man. alright. tell ya what, you handle table 4, and then you come back here, and just see what happens. go ahead. shoo shoo, let the pro show you how it's done." kata Daryl sambil berjalan ke arah berakfast corner di seberang jalan.
what the hell lah.. ya sudah, aku handle table 4 dulu. tapi ah, aku malas membereskan cangkir2 dan piring2 kotor itu.
"hey Larry, handle this table for me will ya?" kataku pada Larry.
Larry adalah salah seorang pegawai di kedaiku. orangnya cukup ramah dan ngga banyak protes kalau disuruh2, hahaha.. lalu setelah si bapak itu meninggalkan kedaiku, aku langsung berlari ke luar. apa sih maksudnya si Daryl. aku makin penasaran. hah? ternyata si Daryl lagi ngobrol sama cewek itu. wah kampret. eh tapi kok dia nunjuk2 ke arahku? lalu si cewek itu melirik ke arahku. aku melambai. entah apa yang ada di pikiranku sampai aku reflek melambai pas banget saat cewek itu melirik ke arahku. aku tidak berpikir dua kali. ya sudah terlanjur. tak lama kemudian si Daryl terlihat ingin menyudahi percakapannya dengan cewek itu. lalu dia menghampiriku, membawa sebuah kertas bertuliskan nomer, sepertinya nomer telepon.
"you better be free tomorrow. congratulations. you just got yourself a date. 10 o'clock sharp. the name's Amelie. Amelie Ashcroft. and that's her mobile phone number" kata Daryl.
"wait a minute. Ashcroft? wasn't your name Daryl Ashcroft? you don't mean she's your other sister?? you never told me you--" belum selesai aku bertanya, Daryl sudah memotong ucapanku.
"not blood-related-sister you dumbass. you've met my sister Danisha, alright. Amelie's my cousin. happen to have the same last name, cos my mom had a twin sister, remember?" jawab Daryl.
"why don't you told me in the first place that you knew her?" tanyaku.
"you never asked" jawabnya singkat.
"tch. fine. well, what did you said?" tanyaku.
"i just said this"
"hey, that's a friend of mine, his name's Brandon, i think he's interested in you, d'you mind if he wants to see you?"
"and then she said"
"shoot, i don't mind at all, after all, it's been a while since i had a relationship. well, you know i broke up with Eddie 3 months ago. and i'm completely over him. besides, he's kinda cute though. tell him i'm available tomorrow at 10, and here's my number"
"you gotta be kidding me." kataku.
"relax. hey, whatever. you get yourself a date for tomorrow. for now, get back to work."
"you mean, YOU get back to work. [sambil mengarahkan jari telunjuk ke muka Daryl] shouldn't i be the one to tell you that?"
"hahaha.." Daryl tertawa.
setelah itu aku melanjutkan kerjaan di kedai sampai kira2 jam 6 sore. yah, tak banyak tamu yang datang. lumayan lah. akhirnya seperti biasa, jam 6 sore aku beres2 dan tutup kedai.
"you're coming to the gym with me tonight? a mile or two on the treadmill wouldn't hurt." tanya Daryl.
"nah, i wanna continue playing Final Fantasy XII. lots of level to catch up. besides, i gotta prepare myself for tomorrow's date, hahaha.. so i'm sorry i'll have to skip your offer, again." jawabku.
"fine. suit yourself. i'll probably be back at 10 PM. want me to bring you anything from Jesse's?" tanya Daryl.
"no thanks, i'm cool. still got cans of Pringles and cokes on my fridge" jawabku.
"cool. i got a bone to pick at the gym, so i'll c ya later." tambah Daryl sambil mengacungkan jempol.
"cool." kataku.
Tuesday, November 14, 2006
there and back again
gw ngga tidur. pagi2 banget jam 5 masih melek di depan iMac di kantor. tapi akhirnya setelah meng-klik tombol “Burn DVD” di DVD Studio Pro, selesailah itu project Miranti Windu. tinggal masalah delivery ke rumah. barusan jam 2 pagi si uut nelpon call center garuda, pesen tiket ke palembang, pergi-pulang. yak positif lah kita berangkat liputan ke sana. berhubung tadinya mau ngejar flight jam 7, akhirnya berangkat ke airport jam 6 pagi, tapi karena kelihatannya ngga sempet, jadi ya ngambil flight yg jam 10. akhirnya ke airport cuma ngambil tiket doang. balik ke studio bentar tapi ternyata mobil gw ngga jadi dipinjem nyokap. yaudah, gw bilang sama Torida “ini kunci mobil saya taro di mobilnya uut aja ya, ngga usah dibawa, ngga jadi dipinjem kok, jadi biarin taro sini aja.” lalu gw sempetin ambil sepatu di mobil gw terus cabs lagi. ya iyalah masa naek pesawat pake sendal. mokal gila. around 9:30, kita check in dan ngurusin segala macem. salah satu tas gw emang sengaja gw titipin bagasi aja, soalnya isinya baju doang, ngga penting lah hahaha.. sampai akhirnya boarding jam 10an. not too many stories to tell here. just sit down, strap in, and shut up.
the arrival
it was a rough touchdown. gara2 cross wind dan asap yang masih ada di sekitar bandara, kita terpaksa mendarat dengan sangat tidak enak. sampe pilotnya aja mau minta maaf saltingnya minta ampun. ada ibu2 yang marah2 “gimana sih ini, pilotnya goblog banget. besok2 saya ngga mau naik garuda lagi deh.” “bu, ibu masih mending, saya bentar lagi musti naik helikopter..” (lol.) sekitar jam 11:30 kita sudah beres2 dan menunggu jemputan dari PT. ATS di palembang. tidak lama kemudian jemputan datang, lalu kita dibawa ke Base Ops. disana sebelum mengudara (cieh..) kita makan siang dulu. setelah itu briefing singkat, lalu gw ngambil beberapa stock shots, and then we’re ready to go airborne. the time was 0200 hours. ada 4 heli yang bakal terbang hari ini. 3 buat madamin api, 1 lagi yang gw naikin, buat ngeshoot. sebelum berangkat, salah satu petugas yang ada disana mengikat gw pake alat2 buat manjat gunung (yah apalah itu namanya,climbing gear..) si uut juga diiket, hahaha.. biar ngga jatoh kali ya, serem amat sih.. gw kebayang gitu kalo sampe jatoh. hiii.. knock on wood dah. setelah heli pemadam yang lain mulai mengudara satu persatu, baru deh helikopter gw bersiap2 untuk melayang di udara.
the airborne
rotor helikopter mulai berputar, makin kenceng putarannya, makin ngga kedengeran si uut teriak2 apa. toh gw juga pake headset yg ada radionya, sementara si uut ngga pake, kesian deh, pulang2 jadi budek gitu dia, hahaha.. selama di atas, gw sibuk ngambil gambar2 stock shots, and it’s really cool to be airborne. sumpe de, seru abisss. untung sih dibayarin, hahaha.. kalo disuruh bayar sendiri, avtur nya aja 20 juta, blom pilotnya, blom maintenance cost nya, widih.. emangnya gw berak duit apa?
the touchdown
setelah kurang lebih 1 jam mengudara, kita sampe di darat lagi, udara panas mampus. bener2 ngga kerasa waktu di atas tadi, soalnya banyak angin, jadinya ngga terlalu berasa panas. itupun padahal udah sekitar jam 4 kurang, masih panas juga. mulut gw kering gila. secara pas di atas tadi gw diterpa angin dari berbagai arah gitu ya.. tapi overall cukup menyenangkan. dan minum es sarang burung di kantin sebelah rasanya bener2 seperti menyiram tenggorokan gw dengan air lelehan es dari kutub selatan (atau utara, well, who cares lah..) es the manis nya juga jadi berasa super spesial enak gitu.. ngga lupa beberapa batang rokok menthol juga ikut menemani istirahat sore kita setelah touchdown. biar tambah dingin. ngga lama kemudian, kita cabut ke hotel Aston buat bener2 istirahat.
the treat
sampe di Aston kira2 jam 5 lewat2 dikit. langsung check in, dapet kamar 1602. lantai 16, persis abis keluar lift, tinggal hadap kiri, grak! ketemu deh. masuk kamar, nyalain ac, waaah dingin. tapi belum enak kalo ngga mandi dulu. yaudah, suit deh, sapa yg mandi duluan. udah suit, damn. gw kalah, terpaksa deh gw merelakan si uut merawanin kamar mandinya. but then again, dia ternyata terlalu cape buat bangun dan mandi, so the shower is mine.. gyahahahahaha.. abis itu gw tepar. asli parah bgt teparnya, bangun2 jam 11, gara2 kelaperan, hahahaha.. pesen makan ke room service, udah kelar makan, ya tidur lagi, hehehe.. besoknya kira2 jam 10an kita sarapan di lantai 17, terus dari situ nyobain fitness centre sama saunanya Aston palembang. not bad, cuma si uut gila, kuat amat sih di dalem sauna, gw aja udah mo pingsan gara2 kepanasan, kalo ngga sambil keluar2, mungkin gw udah mateng di dalem. abis itu kita ngopi2 sambil ngerokok di poolside café. tumben kok sepi ya? ngga banyak tamu kayaknya hari2 gini. mungkin pada males ke sini kali ya, secara kota palembang emang lagi agak2 foggy gara2 kebagian asap hasil pembakaran hutan itu. oh well.. dari situ jam 2 siang kita check out.
the return
setelah beres2 check out, berhubung masih jam 2:30 dan flight balik ke jakarta dapetnya yang jam 7:15. berarti agenda selanjutnya adalah jalan2. dan kita bener jalan2 muter2 ngga jelas. masuk2 mol, padahal di jakarta juga ada. pusing deh gw. setelah kira2 puas melihat2 isi Palembang Indah Mall (wew kalo disingkat jadinya PIM juga ya? hwahahaha..) akhirnya cabutlah ke bandara Sultan Mahmud Badarudin II. sampe disana langsung check-in aja lah, males juga nunggu di luar, mending nunggu di dalem, bisa duduk2 sambil minum makan dll dll. eh sialnya korek gw disita. untung pas di dalem boleh minjem korek sama mbak2 yang di café, hehehe.. jadi ngga basi deh nunggunya. jam 7 kurang dikit, kita mulai dipanggil masuk ke pesawat. kita langsung boarding, ngga lama kemudian, pesawatnya take off.
there and back again
jakarta. kembali ke peradaban. setelah menunggu cukup lama di bagage claim, kita langsung cabut pulang. berhubung ngga dijemput sama Torida, ya kita naik taksi taksian. 150 ribu dari bandara sampe pondok indah. who cares lah. hayok tarik jabrik. sampe di rumahnya uut kira2 jam 11 malem. masih inget kunci yang gw titipin ke Torida, gw suruh taro di mobilnya uut? semaleman gw nyari2 itu kunci, ngga ketemu. alamak pusing 7 keliling gw. mampus deh kalo ternyata dibawa Torida. udah muter2 ke studio, ke rumah lagi, tanya ke pak karso, ba’i, ngga ada yg tau juga.. akhirnya setelah kecapean, gw tidur di rumah uut, lha wong ngga bisa pulang, kunci mobil gw blm ketemu. akhirnya paginya gw ngubek2 mobilnya uut lagi dan, eureka! alhamdulillah akhirnya ketemu juga.. ternyata ada di laci yg agak2 ngga keliatan gitu kalo malem.. maklum, mata gw juga rada sliwer kalo menjelang hari gelap. asiiik, bisa jalan2 pake karimun lagi deh, hihihi.. ayooo back to studio! uuugh, deadline mepet nih..
[Bondan, Selasa 14 November 2006, 11:04 AM, there and back again]
Tuesday, November 07, 2006
untitled | maliq n d'essentials
kurasakan sudah
ada ruang di hatiku
yang kau sentuh
dan ketika
kusadari sudah
tak selalu indah cinta
yang ada
mungkin memang
ku yang harus mengerti
bila ku bukan yang ingin kau miliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada di hatiku
adakah ku singgah di hatimu
mungkinkah kau rindukan adaku
adakah ku sedikit di hatimu
bilakah ku mengganggu harimu
mungkin kau tak inginkan adaku
akankah ku sedikit di hatimu
bila memang
ku yang harus mengerti
mengapa cintamu tak dapat kumiliki
salahkah ku bila
kaulah yang ada di hatiku
kau yang ada
di hatiku
bila cinta kita takkan tercipta
ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
adakah diriku
singgah di hatimu
dan bilakah kau tahu
kaulah yang ada di hatiku
kau yang ada di hatiku
adakah ku dihatimu
------------------------------
lagu lama, cuma lagi nonjok aja huahahaha..
[Bondan, Selasa 7 November 2006, 11:20 PM, where did it all went wrong?]
Thursday, November 02, 2006
catatan antara sepuluh dan sebelas | writing the book
ada satu hal yang sangat menjadi perhatian gw di bulan ini.. "buku baru" yang baru ditulis beberapa halaman, mudah2an masih bisa ditulis sampe halamannya abis dan nanti ditambahin halamannya.. gw masih berusaha untuk ngga menulis setiap hari.. takutnya nanti bukunya malah penuh tulisan ngga penting dan ngga enak dibaca, hahaha.. yang bisa gw lakukan selama ini ya tiap hari cuma lihat cover depannya aja. tapi tadi pagi udah menyempatkan menulis satu halaman lagi. wah lupa bilang makasih sama mas2 di florist, dah dikasih diskon mawarnya, hahaha.. ah sepertinya bulan ini pun melulu hanya tentang dia. ngga banyak cerita yg lain. ada seseorang yang barusan membahas soal ketegasan sama gw. bukannya gw ngga tegas atau gimana, but i'm trying not to be too pushy. yah, beri sedikit waktu, nanti kan pasti terjawab. anyway.. i've sound what's on my mind, i've made my choice, and i'll stand by my decision. kalo soal ketegasan, that's all.. at least for now.. uh, musti beres2 dan balik ke rumah, studio udah sepi. Save Room nya John Legend kayaknya layak masuk ke Repeat List di iPod gw nih. pas setelah Starlight nya Muse. balik ah.
[Bondan, Kamis 2 November 2006, 10:15 PM, menunggu saat untuk menulis halaman berikutnya]
Wednesday, November 01, 2006
seperti batu

seperti batu
diam bisu
tak terlihat mata
tak didengar telinga
acuhkan saja aku
aku tak marah padamu
pergi saja lagi
aku tak akan benci
tendang aku sekuat tenagamu
aku tak akan berbalik menghantam kepalamu
lempar aku ke dalam laut jauh jauh
aku tak akan naik dan menarikmu hingga jatuh
sebenarnya aku iri padamu
pada kebebasan dan keceriaanmu
sedangkan aku tetap terdiam disini
hanya menunggumu melihatku kembali
namun bila kau sudi
ambil batu ini
dan pajanglah di rumahmu
cobalah kapan kau mau
bondanrastika@1/11/06 [buahpikiranyangtakpentingpukultujuhpagi]
Tuesday, October 31, 2006
biru ini merindukan-mu
apa kau tak lihat?
biru ini ingin bertemu
apa kau tak mau?
biru ini mencari-mu kesana kemari
apa kau tak sadari?
biru ini merindukan-mu
apa kau tak tahu?
biru ini tak mampu berbisik pada hatinya untuk berselingkuh
biru ini membutakan matanya agar pada yang lain hatinya tak jatuh
biru ini mati mencoba mengusir-mu dari dirinya
biru ini melakukan apa saja untuk kembali ke dunia
saat-saat bersama-mu adalah detik-detik terbaik
dan saat-saat melepas-mu adalah jam-jam terkejam
jadi,
biru ini merindukan-mu.
bondanrastika@31/10/06 - 602 [karena biru ini merindukan-mu]
Monday, October 30, 2006
sebuah renungan akan kesombongan
"kapan kau ingin sakit?"
kujawab "aku tak mau"
aku tak bisa menelan obat pahit
hidup bertanya padaku
"kapan kau ingin mati?"
kujawab "aku tak tahu"
aku ingin hidup seribu tahun lagi
ruh bertanya padaku
"kapan kau melepasku?"
kujawab "aku ragu"
aku tak tahan bila harus merindu
lalu aku buta
kemudian aku tuli
aku tak bisa berkata
dan aku mati
sebentuk sosok datang padaku
ia bertanya "siapa Tuhanmu?"
aku diam, gagap, bisu
dan mereka mulai menyiksa-ku
wahai manusia yang tak pernah puas
sadarkah kalian bahwa tak pantas
hidup di dunia, serakah tanpa batas
seenaknya bertindak dan menindas
wahai manusia yang tak pernah bersyukur
yang selalu mengisi harinya dengan tidur
tak pernah bisa lepas dari kasur
sampai penuh lumut dan jamur
kau pikir kau hebat?
bila diambil satu nikmat darimu
kau pikir kau kuat?
bila diambil satu nyawa darimu
kau tak lebih dari hanya secuil biji zarah dibandingkan dengan kekuasaan-NYA.
------------------------------
hanya sedikit tulisan
semoga dapat menjadi pengingat akan kesombongan
di suasana idul fitri ini
mari bersyukur kepada Illahi
bondanrastika@30/10/06
homecoming | back to the town
Purworejo, 26 Oktober 2006, 10:26 PM
dingin. tapi kok masih berasa sumpek ya.. apa karena disini kebanyakan orang? hahaha. kembali berkutat2 dengan laptop di depan muka. senangnya hari ini akhirnya bisa menulis lagi.. setelah serentetan akivitas yang menguras energi of course.. jalan2 kesana kemari silaturahmi.. huu mana tadi siang panasnya seanjing2 pula. tapi saya senang. hahaha. bisa kumpul2 lagi sama sodara2. walaupun diantara mereka banyak (banget) yg protes gara2 bulboardnya sering saya penuhi dengan survey2 friendster yang ngga penting itu. maaf ya huhuhu.. salahkan koneksi internet di kantor saya.. kenapa pake nyala 24 jam, dan salahkan friendster. tapi tolong jangan di remove dari friend list hihihi.. memang sudah ketularan penyakit bulboard mania, susah sembuhnya. anyway.. lebaran saya tahun ini benar2 penuh dengan yang namanya kilometer. every day i spent hours of driving behind the steering wheel.. jadi supir keluarga deh selama di sana.. tapi sekali lagi, saya senang ^^ beda lho nyetir di luar kota sama di jakarta. mulai dari jogja-purworejo (60km), purworejo-keliling2 (30km), purworejo-wonosobo (100km + 100km baliknya), wonosobo-dieng (30km + 30km baliknya) lalu purworejo-jakarta (550km) huaaah coba ditotal itu.. capenya bikin ngga bisa bangun besokannya. tapi (untuk terakhir kalinya..) saya senang.
Purwoejo, 27 Oktober 2006, 9:28 PM
flu. sial. siapa nih yg nularin?? hayo ngaku!! uuugh bete bete bete. hari2 jadi ngga menyenangkan.. saya sebal. (lho kok?) ih asik foto2nya udah di copy semuaaa hahaha.. thanks ya bro, sis.. duh bersyukurnya hidup di jaman teknologi seperti sekarang, hihihi.. abis foto2 tinggal copy pake kabel ke laptop.. yuk mari kita edit, buat dipajang di friendster huahahaha.. dasar banci foto. ah rekaman handycam nih.. agak2 malas mengcapture.. nanti aja ah, biarin jadi arsip dulu, masih banyak kerjaan lain yg lebih ada duitnya huahahahah.. kemarin sama pakde disuruh bikin database keluarga, huuu dah lama ngga menyentuh yang namanya visual basic, mulai luntur nih skill IT-nya.. hayo2 di-refresh lagi.. coba itu dimanfaatkan hasil belajar selama kuliah, walaupun kebanyakannya belajar2 yg melenceng2, akhirnya jatohnya di ladang usaha anak broadcast juga. huh. FISIP lagi.. FISIP lagi. cape deeeh.. ih banyak juga nulisnya huahahah.. tapi ngga penting semua..
Purwoejo, 28 Oktober 2006, 11:35 PM
akhirnyaaa pulang ke jakarta.. lalala.. sembari packing sempet2in ah nulis di laptop hihihi.. ngga banyak deh nulisnya kali ini.. abis selesai packing2 dan masukin ke mobil, istirahat sebentar ngumpulin tenaga (dan nulis ini, pastinya.) sebenarnya sudah sejak bbrp tahun yg lalu saya mulai memegang tanggung jawab penuh untuk mengantarkan 4 orang (termasuk saya) kembali ke rumah dengan selamat. secara bokap juga sudah memproklamasikan diri menyatakan kemerdekaan dari belenggu di balik roda kemudi, ya jadilah beban jarak 550km purworejo-jakarta mengendalikan kendaraan roda empat beserta seluruh isinya itu (ada koper, ada bantal, ada ban serep, ada makanan, ada beras, ada tempe, ada ayam, lho??) dilimpahkan kepada saya, lengkap dengan macet2 nya, semua dibebankan ke saya.. hmm, ada ribut2 apa ya diluar? hooo.. sepertinya mereka sudah selesai bersiap2.. saya pun harus segera men-save tulisan di notepad ini. dan membereskan laptop. sampai jumpa di jakarta!
Jakarta, 29 Oktober 2006, 4:30 PM
jakarta, horeee.. saya sudah sampai di kota penuh peradaban ini.. dan akhirnya kembali berhubungan dengan yang namanya internet. sempet online sih waktu mudik kmaren, tapi itu pun cuma chatting ngga jelas, ngisi2 bulboard (lho, tetep.) dan kirim2 message ke orang2.. isinya pun melulu : "selamat lebaran, minal aidin wal faidzin, maaf lahir batin.." yak. hari ini sebenernya pengen ke kantor, tapi kok tiba2 divonis sama nyokap suruh jadi satpam dulu. bokap udah berangkat dari jam 7, nyokap berangkat jam 9:30, jadi rumah kosong. hanya ada saya, iken, dan temennya, winda. dua ekor kebo itu masih aja tidur sampe sekarang, dasar kebo. mana pembantu blm ada yg pulang lagi.. duh cape deh rumah berantakan, bergunung2 cucian dimana2, ya di kamar, ya di sofa, ya di kasur, ya di kamar mandi, aduuuh.. ini rumah apa kapal pecah?? ups, telpon rumah bunyi. nyokap bilang, nanti sampe rumah jam 3, jadi tetep tunggu rumah dulu ya, jangan kemana2.. yah sutralah, mari menunggu sampai jam 3.. duh masih aja ini pilek. aaah. bakar rokok lagi ah..
Friday, October 20, 2006
malas
aku cukup senang ternyata dia ada disana, tapi tidak cukup senang untuk bisa meloncat2 seperti biasanya.. tak ada tenaga 12 kali lipat. dan sepertinya memang masih terbawa kantuk.. anehnya lagi tak ada 1 pun kata2 yg lancar kuketik. sesekali tombol bertulisan "enter" itu kupencet, jaraknya pun 10 menitan. menunggu reply datang sepertinya lebih lama dari adzan maghrib.
sebuah rumah, terlihat menarik, aku ingin tahu, ada apa sih didalamnya.. kuketuk pintunya, datang seseorang.. hanya melambai dari jauh. aku pun membalas lambaiannya itu, kemudian kita berbincang di luar.. "aku tertarik dengan rumah ini", kataku.. "kalau begitu, aku tak keberatan bila kau ingin masuk dan melihat lihat" jawabnya.. kemudian aku masuk. kulihat ada sebuah pintu besar. kutanya "pintu apa ini" dia tak menjawab. tak ada tanda apapun pada pintu itu. namun sepertinya pintu ini pasti menuju ke ruangan yang sangat penting di rumah ini. ah, bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam ruangan itu.. masih tanda tanya. besar pula.
selesai melihat lihat, aku pun berkata, "mampirlah ke rumahku". kemudian tanpa berkata, dia menutup pintu, sementara aku masih terdiam di depan. sesekali aku mengintip dari luar jendela, aku menyapa, dijawab seadanya, kadang pun aku sapa, dia tak ada waktu untuk sekedar berkata "hai". namun aku masih menunggu, entah sampai kapan. sampai dia mau mampir ke rumahku. tunggu dulu. apakah kedengarannya terlalu memaksa? apakah sebaiknya aku mengurungkan niatku mengundangnya kerumahku? dan pulang saja?
huh. sudahlah.. mungkin nanti malem ada apa kek yg menyenangkan..
[Bondan, Jumat 20 Oktober 2006, 4:47 PM, malas.]
Tuesday, October 17, 2006
i got a bad feeling about this..
ahhhhh.. ini dia.. "Tsubasa no Keikaku" akhirnya ketemu.. asik. play dulu ah.. [playing] loh.. ini emang lagunya ada suara "tuk" "tuk" gini apa emang perasaan gw masih ngga enak sih? dari tadi soalnya nungguin sebuah bunyi, which is bunyinya sangat amat sama persis dengan yang ada di lagu.. well ternyata perasaan ngga enak ini masih aja ada di otak gw. lama2 turun juga deh ke hati. tiap kali di kuping gw terdengar bunyi "tuk" gw selalu menengok layar laptop di sebelah kanan dengan secepat kilat. berharap window di layar itu berkelap kelip. tapi semua itu cuma komplikasi dari perasaan ngga enak gw. perasaan yg belum tentu bener atau ngga-nya, is it true? or is it just me? i'm not sure.. tapi setelah bersemedi di kamar mandi selama 15 menit tadi kayaknya perasaan ngga enak itu udah berubah jadi sakit hati yg menusuk2 dada gw makin kenceng.
gw jadi inget waktu kemaren sahur di McD. di sela2 gw lagi ngerokok, ada seekor kucing di deket kaki gw, well.. berhubung gw emang suka banget sama kucing, niatnya pengen gw kasih tulang dan daging ayam sisa gw makan, toh ngga gw makan juga gitu tulangnya, mungkin si kucing ini lebih bisa menikmati. "ck ck pus pus.. ck ck.." begitu gw sodorkan tulang paha ayam itu dia langsung berlari kecil mendekati tangan gw. untung bukan tangan gw yg disamber, hahaha.. soalnya tulang ayam itu udah gw jatohin ke lantai. seneeeng banget rasanya bisa ngasih kucing itu makanan, ya walaupun cuma sisa2, maaf deh, lain kali gw beliin sepotong ayam sendiri, hahaha.. daripada ngga ada, ya kan pus.. abis lo kayaknya laper banget sih, dipanggil dikit pake tulang ayam langsung nyahut.. kucing itu makan dengan enaknya, saking enaknya belom nyadar kalo kepalanya lagi gw elus2. sampe tulang paha ayam itu abis dilahapnya. terus ngga tau knp tiba2 dia jadi ngerasa annoyed gitu gw elus2. huh? tadi baik2 aja perasaan gw. kok skr tiba2 jadi ganas bin nyeremin gini. tiap tangan gw mo nyentuh kepalanya atau whatever part of his body, dia langsung pasang kuda2 jurus cakar harimau mengoyak sapi. taeah. sempet agak2 sakit hati sih gara2 si kucing itu. se-susah itu kah menyadari niat tulus gw?
expectation hurts sometimes. well at least, for me, it did hurts. sometimes. yah kalo harapan itu ngga kesampean, siapa sih yg ngga sakit? makin sering gw berharap, makin sering sakitnya ternyata. lagi capek. lagi pengen baik2 aja. lagi ngga pengen sakit. i don't ask for this pain, i never did. apa gw harus menyerah sekarang? lari lagi dong namanya? well.. maybe because.. i'm a lover. not a fighter. and i don't need anyone to love me. i just need someone to be loved. and i need it badly. call me desperate? i don't care. i am. se-susah itu kah menyadari niat tulus gw?
tuh kan mengeluh lagi. get a grip ndan.. mungkin emang butuh waktu. if "you" (the person i'm refering to) happen to read this. never mind. it's just my feelings. don't take it personally. it's not your fault..
[Bondan, Selasa 17 Oktober 2006, 10:24 AM, "tuk" , *menengok, menghela napas* , bukan ternyata..]
Monday, October 09, 2006
living daylights
selasa. pagi buta. anyway.. setelah berpikir panjang dan beberapa kali bales2an sms, akhirnya muntah juga itu kata2. kaget aja? ya emang gw begini orangnya.. i'm glad though bahwa akhirnya gw bisa jujur sama lo, dan lo bisa ngerti. i really appreciate it very much. thanks yah..
iiih.. ini gw nulis apaan siiihhh??? [baru nyadar.]
huh. it's 1 o' clock. waktunya cabut..
[Bondan, Selasa 10 Oktober 2006, 01:01 AM, making my next big move]
Saturday, October 07, 2006
mou ichido kimi ni aitai | shimokawa mikuni
soyo kaze no you ni yatte kuru
sukoshi tsuyogaru kimi no egao ni
namida koboreta hi
kitto kimi wa kyou no hi mo
maa sugu ashita wo miteru
kaze ga fuku ano oka ni saita
himawari no you ni
donna ni touku hanarete ite mo
kono uta koe ga kimi ni todoku you ni
namida ga zutto tomaranai yoru
kimi no mado wo terasu tsuki ni naritai
mata kanarazu aeru to
sou omou kara...
kimi no atatakai tenohira
sashidashite te wo tsutsunda
watashi kesshite wasurenai kara
ano yasashii hibi
deatta wake mo
wakareta wake mo
ima wa kokoro no naka tsuyoku daite
shinjite iru yo
negatte iru yo
kimi ga itsuka no yume ni todoku you ni
aa~ mou ichido kimi ni
aitai na~
yuudachi no ato machi jiyuu ga kirei ni mieru nara
kitto namida no kazu dake hito wa kirei ni naru
hitori hitori ni yuku bashou ga aru
sono bashou de mou ichido de au you ni
donna ni touku hanarete ite mo
kono uta koe ga kimi ni todoku you ni
namida ga zutto tomaranai yoru
kimi no mado wo terasu tsuki ni naritai
mata kanarazu aeru to
sou omou kara...
--------------------
TRANSLATION
--------------------
goodbye is always sudden
it comes like a gentle breeze
sometimes whistles your smile in the dark
the day that tears overflowed
certainly today you are also
looking straight ahead at tomorrow
like the sunflower that blooms
on the wind-swept hill
no matter how far we are separated
i hope that this singing voice reaches you
on the nights the tears don’t stop
i want to become the moon that shines on your window
because i believe
we can definitely meet again…
your warm hands
enveloped in the sender’s hand
because i can’t erase it and forget
those gentle, easy days
the reason why we met
and the reason why we separate
now i hold strongly within my heart
i believe
i wish
someday this reaches you in a dream
aa~ one more time
i want to see you again…
if after a sudden evening shower the town becomes beautiful
certainly someone who cries will become beautiful
if there’s a place for us to go, one by one
i hope that we meet once more at that place
no matter how far we are separated
i hope that this singing voice reaches you
on the nights the tears don’t stop
i want to become the moon that shines on your window
because i believe
we can definitely meet again…
[Bondan, Sabtu 7 Oktober 2006, 7:39 PM, because i believe we can definitely meet again]
6472 | ----
not awake @ 6 AM
is awake @ 4 PM
so hungry @ 7 PM
another day @ 2 AM
get the message?
bondanrastika @7/10/06 - 136 [at studio, 6472, just an inspiration, always on my mind.]
Sunday, October 01, 2006
catatan antara sembilan dan sepuluh | time flies
hari ini buka puasa pake apa yaa..?
[Bondan, Minggu 1 Oktober 2006, 4:51 PM, bungkus!!]
hari ini
kubuka mata, terbangun mimpi.
kuangkat kaki, beranjak ke kamar mandi.
handuk ini basah, namun bagaimana lagi?
siang ini.
kuganti baju, terlihat rapi.
kupanaskan mobil, bersiap untuk pergi.
bensin ini tiris, namun bagaimana lagi?
sore ini.
kucari teman, terbunuh sepi.
kucoba memanggil, berharap sapa kembali.
pikiran ini bosan, namun bagaimana lagi?
malam ini.
kulihat dia, teringat kembali.
kupaksa lupakan, berkecamuk dalam hati.
rasa ini sakit, namun bagaimana lagi?
pagi itu.
kubuka pintu dan jendela hatiku.
kusingkirkan bantal dan gulingku yang dulu.
hari ini baru, jadi jalani saja dulu.
bondanrastika @1/10/06 - 783 [di studio, sendirian, menguap tujuh kali.]
Friday, September 29, 2006
buka puasa
allahu akbar allahu akbar..
Uut : "wah Torida mana nih?"
Bondan : "yah.. gak ada minum yak?"
buka bungkus rokok..
cari korek..
allahumma laka shumtu, wabika amantu, wa ala rizkika afthortu, birahmatika yaa arhamarrahimiin..
bakar rokok..
[18:01]
Torida : "nih mas tehbotolnya.."
matiin rokok..
glek, glek, glek.. aaahh..
buka pake apapun, minumnya tehbotol sosro.
[Bondan, Jumat 29 September 2006, 06:10 PM, laper.]
Wednesday, September 27, 2006
di halte
di halte kulihat dirimusedang menunggu
mainkan sebuah lagu
namun aku berlalu
di halte kembali kulihat dirimu
masih menunggu
masih mainkan lagu itu
aku pun terharu
di halte selalu kulihat dirimu
selalu menunggu
mainkan lagi lagu itu
aku pun bertanya padamu
tanyaku "siapakah dia yang setiap hari kau tunggu?"
jawabmu "aku menunggu bus yang membawaku ke tempat-mu"
tanyaku "bolehkah aku menjemput-mu?"
tanyamu "bisakah aku mempercayai-mu?"
jawabku "sang waktu akan menjawab, namun cintaku tak meminta banyak, dan tak mengenal kata kadaluarsa"
Tuesday, September 26, 2006
nightmare | the curse of this town
belom pernah denger kan kalo gw sering banget mimpi buruk. dan yang bikin gw bangun dengan nafas terengah engah, jantung berdegup kencang sekali, plus gemetar luar biasa, adalah mimpi ini selalu menceritakan kejadian yang sama, namun lokasinya selalu berbeda beda. entah udah berapa kali gw alami mimpi kaya gini. pernah nonton supernatural? itu lho.. tv series yang ceritanya tentang 2 orang kakak beradik yang mencari jejak ayahnya, namun di tengah perjalanan mereka selalu berhadapan dengan kejadian kejadian ghaib. seperti misalnya mitos "the woman in white" di tengah jalan yang selalu nebeng sama orang lewat, udah itu disuruh nganterin pulang tapi malah disasarin ke kuburan. lalu mitos "bloody mary" yang bener2 akan keluar dan bisa ngebunuh orang yang nyebut namanya 3 kali di depan cermin kamar mandi.
august, 2005. i woke up in a room. it's a rather bit small room, probably a hotel room.. oh yeah.. i forgot. i was on a journey. a journey looking for a new town. where i can find comfort. where i can find the place i belong. the fireplace was burning, but strange.. there's no sound of crackling fire. i can't help the urge to smoke a bit. but i can't find my cigarettes. i walked out of the hotel room to buy some. there's a gas station in front of the hotel, and there's a a mini store nearby. so i think i'll fill up my car as well. as i pay my cigs to the storekeeper, a big red bus came out of nowhere and parked in the hotel. they surely have many people in it, seeing from the size of the bus. so i walked to see the bus and the people in it. but strange. the bus was empty. the driver got out of the bus. he was wearing a uniform. he didnt lay his eyes on me. it creeps me out that i decided to smoke my cigs. and then suddenly. the earth was shaking. there's a crack beneath the bus, and it's getting bigger as i tried to understand what the hell is going on. the crack's getting bigger. i backed off a bit trying to see it from a wider view, and trying not to get stuck in the hole made up by the crack. but then i ran to the gas station. i ran, cos that's what you do when suddenly the crack's grow bigger and kept aftering you wherever you go. as i reached a safe spot at the gas station, i'm thinking of saving my car first. but then a loud cracking and thundering noise waved through the air that morning. the hotel breaks. swallowed by the crack. fallen into the hole. the bus was aslo swallowed. then after a while, the crack stops. i was numb for a moment. but then the police and firefighters came up and surrounded the area. i guess this is a good time to leave. cos i wont have any time to be interrogated by the authorities. never wanna mess with them. so i started my car engine and get going.
dan gw terbangun saat itu juga.december, 2005. i woke up in yet another hotel room. i guess this time it was an evening. the sky was already dark. and i ran out of drinks. oh yeah.. i used up my "Aqua" to fill the car's radiator, and add some water to the windshield-wiper-fluid reservoir. the air conditioner was not working. damn, it was burning hot that i decided to go out to find some fresh air, and some fresh water. so i walked a bit around the block. i didn't bring my car this time. the streets of bukit sentul were actually beautiful at night. i reached a viewing point. i stopped for a moment and enjoy the scenery. the lights were pretty. the wind blows gently. well.. it was a bit cold. but luckily i brought my jacket with me. i closed my eyes for a second.. it was peaceful.. i can even feel the ground shaking.. wait. the ground was shaking? i opened my eyes and quickly move away from that place. i knew it. it's happening again. i try to get back to my hotel as soon as possible. all i can think of was my car. i need to secure my car. i can't go anywhere without it. i ran back as quickly as i could. the shake feels greater everytime i stomp my feet to the ground, and pushed myself forward. after a few distances, i saw it. i saw the very same red bus like the one from my past dream. it was parked on a parking lot. i shouted at the bus, "wait !!!" but this time it was too late. the ground breaks apart. it was the same like i experienced in my past dream. the hotel breaks apart, shattered down, and the bus also fall down the big hole. but this time, i haven't got a chance to see the driver. or whoever it is..
this morning. september, 2006. this time i don't know why. i woke up, in my room. yeah, my very own room. feels like i'm in the real world. this is the same room where i slept last night. i can still smell my wet shirts from last night. the nasty smell of my socks. eyuck.. the air conditioner, which is cooler than the refrigerator. what bothers my mind was "why did i have to woke up here"? why not in another hotel room? why it has to be my home this time? is IT going to happen here? i can barely feel something wrong is going to happen. that day, every second feels like another minute, and every minute feels like another hour. the day felt longer than 24 hours. i watched the surroundings closely, and hope that that damned bus didn't park in front of my home. i hope nothing happens to my home. cos if anything happens.. *knock on wood* but if the bus DID park in front of my home, i'll have the chance to meet the driver and confront him, finally. i can stop this whole thing from happening at my home. well.. especially, stop this whole thing from happening again. i thought i had found the pattern already. i went upstairs. i can watch the surroundings better from here. i reached my pocket. hey.. i still have some cigs from last night too. ah damn. i left my lighter at the desk in my room. so i go back down for my lighter. but something came up. i threw my cig away. it was the bus. i saw the bus passed by my home. the very same red bus with no marking whatsoever. the color was flashing red like it's sent from hell. and as it passed my home, the cloud suddenly turned dark. the air felt like it was polluted. i knew it. this shit is going to happen again. as i told you before, i thought i had found the pattern. i thought the bus was going to park in front of my home. but i was wrong. the ground start to lose integrity. it moved. it's shaking. oh god. no. not now. not this time. not here. please. please don't happen here. i can't stop it. i can't do anything. i thought if could confront the bus driver, i could stop this from happening. damn it. i can't see either the bus or the driver. it's funny how i actually hoped to see any of them, while the ground was shaking beneath me. i ran away from my home. as quickly as i can. i can still feel my heart shouted "NOOOOOO...!!!" but it was no use. the ground swallowed my home. it breaks apart. it's gone. i left my home with a shattered heart. and kept telling myself. why? why did i even brought my home into this. why didn't i tried to chase the bus? why didn't i tried harder to stop this thing from happening? so my home is finally gone. i walked back to see what's left of it. damn. nothing's left. wait. what was it down there. what the hell? that freakin' bus was there! it was buried beneath my house, all along. what is going on here? is this something i dont understand? is there something i miscalculated? huh? wait. while i was busy with my brain, thinking those things, i heard footsteps among my ruined house. it's closing in on me. where does it came from? i looked everywhere but still can't find where did the sound came from. moments later, the footsteps suddenly stopped. i looked behind my shoulder. and there he was. standing on his burning feet. staring at me with his cold eyes, and a big grin. it was the driver. i did had the chance to saw him this time. but i can't do anything. i'm numb. shaking like hell. i finally confront the missing piece of the puzzle. but i can't move. i can't do anything. why? why? i can't help it. i passed out.
all..
along..gw hanya berharap bisa selalu terbangun.
[Bondan, Selasa 26 September 2006, between 11:59:59 AM dan 12:00:00 PM, is this a curse?]Sunday, September 24, 2006
hari pertama puasa
[00:00]
Bondan : "Je, dimana loe?"
BiJe : "di ubud man, loe dimana?"
Bondan : "gw juga di karawaci neh"
BiJe : "ngapain luh?"
Bondan : "iseng aja muter2 hahaha.. ngga deng, abis balikin sesuatu"
BiJe : "balikin apaan? balikin hati?"
Bondan : "kampret!"
BiJe : "ehuehuehuehuee.."
Bondan : "eh kasur lipet gw yg kmaren itu masih ada ama loe kan?"
BiJe : "ada, mo diambil?"
Bondan : "yaudah gw ambil ye?"
BiJe : "okeh."
Bondan : "ntar kalo gw udah deket gw ketok aja ye"
BiJe : "okeh."
[01:05]
Bondan : "eh yaudah gw balik yak"
BiJe : "ok deh"
Bondan : "eh main main ke studio dong!"
BiJe : "ah udah gampang ntar"
Bondan : "kapan dong jalan lagi kita?"
BiJe : "atur ajah.."
[02:16]
Bondan : "ya gitu deh ut, tapi akhirnya emang putus baik baik kok"
Uut : "heehhehehehehe.. belom kapok nih ama brisbane?"
Bondan : "taeah."
Uut : "heheh.. balik deh gw, mo sahur"
Bondan : "sama deh, ngejar jam 3 nyampe rumah"
[03:21]
Bondan : "lah ngga pada bangun sahur?"
Mama : "itu lagi pada dibangunin"
Bondan : "wih apa nih?"
Mama : "ayam bakar, ayam goreng, sama sup yg tadi malem beli"
Bondan : "hmmh, kuahnya enak nih"
[04:20]
Mama : "heh jangan tidur dulu, ngga subuhan?"
Bondan : "ih, siapa yg tidur, jelas2 melek gini.. nunggu adzan bentar.."
Mama : "mbok ya kamu berdoa yg banyak, biar apa apa nya sukses"
Bondan : "iya mama ngga usah bilang juga aku solat, doa sama zikir kok"
Mama : "ya bukan apa apa.. mama cuma pengen.."
Bondan : "ma.. udah deh.. jangan dibahas lagi ya, please"
*strike one..*
[08:35]
Bondan : "ma, berangkat dulu ya.."
Mama : "eeeh mau kemana?"
Bondan : "mau ke studio, kerjaan masih banyak, deadline nih"
Mama : "lho nanti gimana mau beli makanan macem macem"
Bondan : "aduh aku udah dikejar deadline nih ngga bisa diganggu gugat deh pokoknya.."
*strike two..*
[10:28]
Bondan : "ya halo.."
Mama : "bon, nanti pulangnya jangan pas buka ya"
Bondan : "loh gimana sih?"
Mama : "iya kan mau minta tolong beliin makanan buat buka"
Bondan : "waduh, aku kayaknya buka di studio aja deh, ini target musti kelar hari ini"
*strike three.. you're out.*
hmm.. susah ya, menjaga perasaan orang lain saat bulan puasa.. takut batal nih pahala hari pertama.. duh.. maaf ya..
[Bondan, Minggu 24 September 2006, 06:25 PM, with a bit guilty feeling.]
luna | the moon that shines the town
bintang
menemani
__________bulan
__________menghias
____________________langit
aku menunggu saat bertemu (kembali) dengan-mu..
bondanrastika@24/9/06 - 862
Saturday, September 23, 2006
no excuse | kurt nilsen
Open up and let me in, I am getting cold
I’ve been trying to prove you wrong
But now it’s getting old
I’ve made some blunders, I’ve made a few
I’m full of regrets
There’s no excuse for what I’ve done
There’s no excuse for what I’ve done
There’s no excuse for what went wrong
Can you forget about it and move on
Open up and let me in, I’m begging you
I know I’ve done some big mistakes
But don’t shove me out
I cannot turn back time and even if I could
There’s no excuse for what I’ve done
There’s no excuse for what I’ve done
There’s no excuse for what went wrong
Can you forget about it and move on
Can you forget about it and move on
I know it cuts like a knife
The pain that I’ve done to you
There is no telling of what’s to come
But I wanna see it through
If I could take it away, you know I would
There’s no excuse for what I’ve done
There’s no excuse for what I’ve done
There’s no excuse for what went wrong
Can you forget about it and move on
Can you forget about it and stay strong
Stay strong
Can you forget about it
And move on
[Bondan, Sabtu 23 September 2006, 05:53 AM, trying to let go and move on..]
Thursday, September 21, 2006
home | the town where i belong
i asked my room.is this the right place for me?
is this the place where i belong?
my room whispered quietly.i'm sorry. no. my floor is no longer clean. the smell is awful
so i left.
i asked my living room.
is this the right place for me?
is this the place where i belong?
my living room replied softly.i'm sorry. no. the tv is broken and you can't watch it anymore.
so i left.
i asked my house.
is this the right place for me?
is this the place where i belong?
my house answered gently.i'm sorry. no. my roof can no longer protect you from rain and heat.
so i left.
i asked the park.
is this the right place for me?
is this the place where i belong?
the park shouted loudly.no! you don't belong here! somebody gets here before you, so go away!
i cried.
then i left.
it's getting dark.
i need to find a place for me to rest.
but then a thought flashes before my mind.
then i ask my heart.
is this the right place for me?
is this the place where i belong?
half my heart casts a warm smile.
he said.wherever you go, this is your home.
and then the other half of my heart hugs me comfortly.
she said.
...
i'm all right and i'm staying here with you.
so i stay.
bondanrastika@21/9/06 - 238
Wednesday, September 20, 2006
kebahagiaan sebuah permen
sebuah permen yang terbungkus rapi. ia tak pernah tahu kapan kita akan mengambilnya. kubuka bungkusnya. kumasukkan ke dalam mulut. manis..
perasaan ini seperti pernah kurasakan sebelumnya.
kebahagiaan saat menghisap permen.
ingin terus kurasakan.
permen itu menangis.
menangis karena terkikis.
dilumat lidah.
diguyur air liur.
namun tetap dapat memberiku kebahagiaan yang kurasakan.
makin kuhisap.
makin terkikis.
namun tetap terasa manis.
makin menipis.
hingga lama kelamaan habis.
di akhir adanya.
permen itu masih terasa manis.
masih memberiku kebahagiaan yang sama.
perasaan bahagia ini bukan sesaat.
tapi akan tetap ada sampai nanti aku menghisap permen lagi.
bukan permen itu.
karena permen itu sudah habis.
tapi permen yang lainnya.
karena aku masih bisa membeli sebungkus setiap harinya.
aku ingin merasakan kebahagiaan ini seperti saat aku menghisap permen untuk pertama kalinya.
adakah cinta seperti permen?
yang tak perduli akan sakit yang dirasakannya.
walaupun akhirnya akan hilang.
tetapi ia selalu ingin membuat orang yang disayanginya tersenyum.
sampai nanti ia melihat orang yang disayanginya lagi.
sampai nanti orang yang disayanginya merasakan kembali kebahagiaan saat bersamanya.
bondanrastika@20/9/06 - 289 [ut, pinjem ide "rokok"nya ya..]
Monday, September 18, 2006
Congratulations to Miranti & Windu
Congratulations to Miranti & Windu yang sudah dengan sukses melangsungkan akad nikah pada hari Sabtu, 16 September 2006, dan resepsi pernikahan pada hari Minggu, 17 September 2006. Best wishes for both of you.. utamaputranto.video would like to thank to :
- Utama, photographer
- Emil, photographer
- Bondan, director, editor
- Ramos, Fajri, camera person
- Apit, Yosa, Raldi, assistant camera person
- Miranda, Eki, family member
- and Ato Rida, the driver
[Bondan, Senin 18 September 2006, 02:26 PM]
Friday, September 15, 2006
tired | on the edge of the town
[midnight @ studio]
sampe jam berapa lo tahan begadang? gila. akhir akhir ini gw ngga seperti biasanya. kmaren aja gw masih bisa bangun dengan meleknya sampe jam 3 atau jam 4 pagi. huh. kayaknya daya tahan tubuh gw mulai melemah nih. aaargh.. damn. pengen meng-akhiri ke-single-an gw, tapi rasanya kok blm ada yang "nonjok di muka gw banget" gitu. now this is what i call "being single and busy".. not "being single and happy". well, i am happy, but not that happy.
[wed @ citos]
ladies day. gw sempetin sama temen temen gw sekedar jalan jalan cari pemandangan, kebetulan emang banyak cewe cewe cakep berseliweran kesana kemari di citos. lha ya emang judulnya ladies day. tapi gw curiga, yang dateng itu sebenernya cewe cewe yang emang lagi pengen belanja dan jalan jalan, atau malah isinya cowo cowo yang ngarep bisa kenalan atau paling ngga liat cewe cewe cakep yang lagi jalan jalan sih? ah sutralah. kemaren kenyang juga kok gw liat liat pemandangan hwahahaha.. sayang aja cewe cewe itu ngga liat gw.
[brb ganti lagu di iTunes, sama bakar rokok]
ada seseorang pernah bilang ke gw. nikotin itu pembunuh stress yang bagus. hahaha.. emang sih, gw ngerasa stress gw lumayan berkurang, tapi capeknya masih tetep aja. huh. cari pacar ah.. pada kemana sih cewe cewe cakep?
[anjrit ini di tipi kok pilemnya jadul gini.. sed dah..]
[Bondan, Jumat 15 September 2006, 01:41 AM, capek. tidur ah.]
Saturday, September 02, 2006
the fall and the rise | the new town
akhirnya. semua menjadi gelap. tak terlihat. tak terasa. hari hariku dingin. sepi. aku cuma bisa diam dan menunggu. menunggu jalan di depan mataku tebuka lagi. entah kapan aku bisa berjalan lagi. bisa menemukan pintu keluar dari gelap yang menelan semua yang ada di depan dan belakangku. aku menunggu. entah berapa lama aku harus menunggu. menunggu sapaan hangat menyambut suaraku. menunggu sentuhan ramah meraih tanganku. dan menuntunku ke jalan yang baru.
adakah engkau disitu?
...
tunggu.
sekelebat cahaya menyerang mataku.
sekabut awan menusuk dinginku.
suara suara iblis merasuk telingaku.
tangan tangan setan menarik narik tubuhku.
aku terjatuh. dan pingsan.
...
entah berapa lama aku tak sadarkan diri.
hingga akhirnya terbangun dari mati.
kemana gelap itu?
yang sejak lama menelanku.
yang ada hanyalah ada.
matahari menyambutku dengan sinar hangat.
angin membelaiku dengan hembusan sejuk.
siapa disana?
aku memicingkan mata.
mencoba melihat seseorang yang ada di ujung sana.
berjalan menuju arah tempatku berada.
adakah engkau disitu?
bukan.
bukan engkau, tapi dia.
dia.
[Bondan, Sabtu 2 September 2006, 12:43 PM, mencoba bangun lagi.]
a new page | a new town
[03:55:06]
selesai akhirnya melakukan apa yang sejak beberapa hari ini ingin kulakukan.. rasanya lepas semua beban. tapi juga aku masih belum tau mau kemana setelah ini.. tujuan yang sudah sejak dua tahun lalu kukejar, akhirnya harus disudahi juga. jalan yang tadinya masih terlihat, lama kelamaan berangsur kabur, digantikan dengan balok balok kayu yang makin lama pun menghilang. apa yang kulihat sekarang cuma jalan tanah kosong, ngga ada hiasan apa apa. ini pun lama kelamaan terlihat kabur, pandanganku menyempit, dan tiba tiba semua yang ada di depanku berubah menjadi hitam, gelap. hilang. hampa. tak bernyawa.
antara senang dan sedih.
antara keinginan dan kenyataan.
antara percaya dan curiga.
antara ada.
dan tiada.
antara..
hari ini semuanya berakhir. jalan yang biasa kutapak akhirnya sampai ke ujungnya. selesai begitu aja.di ujung batas itu ngga terlihat apa apa. yang ada cuma gelap. dan plang "sampai disini". sementara itu, aku juga ngga bisa melihat kebelakang. apa yang sudah kulalui pun harus kubuang jauh jauh. dan aku ngga bisa berjalan kebelakang. kalaupun aku bisa memutar waktu, ngga akan membantu banyak.
gelap itu makin mengejar ke tempat aku berdiri sekarang. aku ngga bisa berjalan maju, apalagi mundur. di kiri dan kananku hanya ada jurang. sementara gelap itu makin mengejar.
makin dekat...
makin dekat..
makin dekat.
gelap.
.
akhirnya. semua menjadi gelap. tak terlihat. tak terasa. hari hariku dingin. sepi. aku cuma bisa diam dan menunggu. menunggu jalan di depan mataku tebuka lagi. entah kapan aku bisa berjalan lagi. bisa menemukan pintu keluar dari gelap yang menelan semua yang ada di depan dan belakangku. aku menunggu. entah berapa lama aku harus menunggu. menunggu sapaan hangat menyambut suaraku. menunggu sentuhan ramah meraih tanganku. dan menuntunku ke jalan yang baru.
adakah engkau disitu?
[Bondan, Sabtu 2 September 2006, 04:38 AM, sepi. dingin. gelap.]
Friday, September 01, 2006
mac for editing
ever tried editing with mac? 1 word. exciting.
pertama kali gw actually menyentuh mesin berlogo apel kegigit ini, impression gw cuma 1. keren. one state-of-the-art production machine with a badass mofo editing tools. the package comes with Final Cut Studio, an integrated software lineup consisting of : Final Cut Pro, Motion , Soundtrack Pro, Compressor, and DVD Studio Pro. [click link for images]
Final Cut Pro itu tools untuk non-linear video editing, lengkap dengan transition dan effects library yang ngga bakal abis lo cobain satu2 semaleman. supports multiple video layers as well as audio layers. sering pake Adobe Premiere? nah, Final Cut Pro itu Premiere, tapi apple made.
Motion itu tools buat animation editing, effects library nya ngga kalah banyak sama Final Cut Pro, ditambah koleksi font, filter, dan image particles. think of Adobe's After Effect, tapi bikinan Macintosh.
Soundtrack Pro, jelas dari namanya, tools buat sound editing. bayangin aja, lo bisa ngilangin noise dan glitch di audio file cuma dengan sekali klik! dan masih banyak lagi sample sound effect sama ambience. and i mean great quality.
Compressor, the ultimate delivery tool. export video/audio footage yang udah diedit, ke format apa aja, you name it, Compressor has it. .mov, .avi, .mpeg, .m1v, .m2v, you name it. bahkan bisa langsung export video untuk ukuran iPod!
DVD Studio Pro, tool pamungkas di package Final Cut Studio. create High Definition DVD or Standard Definition DVD, lengkap dengan pilihan template menu dari softwarenya sendiri, subtitling tool yg gampang dipelajari, create DVD menu yang bisa diprogram, multiple subtitle, multiple audio, multiple angle.
Inget pas awal tadi gw bilang integrated? kenapa? karena lo bisa switch cross-app dengan sekali klik. workflownya kira2 kaya gini. OK, pertama2 lo capture video footage pake Final Cut Pro. log clips yang mau dicapture lalu terusin pake batch capture, Final Cut Pro secara otomatis me-rewind tape yang mau lo capture, sampe ke timecode yang udah di log sebelumnya, lalu mulai capture. everything is done automatically, the apple way. lalu selesai capture, lo edit. diantara footage2 itu ada beberapa footage yang mau lo tambahin animasi, switch ke Motion. edit animasi udah kelar, tinggal save project file di Motion, switch back ke Final Cut Pro, file yang lo edit di Motion barusan udah langsung ter-update secara otomatis. audio ngga beres? mau tambahin ambience atau soundtrack? bawa ke Soundtrack Pro. selesai semuanya, switch back lagi ke Final Cut Pro. then again, file yang lo edit langsung ter-update. beres di Final Cut Pro, export movie file pake Compressor, add movie to batch, setting output format, lalu klik submit, bisa ditinggal deh. DVD Studio Pro works in the same way, add movie files to the timeline, divide into chapters, add menus, add subtitles, all you have to do is click on the "Burn" button, insert a DVD-R media, and your masterpiece is done!
i myself prefer to call this package "the ultimate high definition production tool". and i mean ultimate. imagine what can you do with Final Cut Studio, running on the new Mac Pro. damn. definitely want one of those.
for more details and eye-shocking video showcase of the package,
visit : Final Cut Studio Homepage
caution : mupeng tanggung sendiri.
Bondan Rastika
Video Director, Senior Video Editor
utamaputranto.video
Wednesday, August 30, 2006
parting of the ways | the town crossroads
and then i came to the parting of the ways..
after long and exhausting thoughts..
i choose.
i lost, but i'm free.
[this better be good.]
If love was a bird then we wouldn't have wings
If love was a sky we'd be blue
If love was a choir you and I could never sing
Cause love isn't for me and you
If love was an Oscar you and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible then we are lost in sin
Because its not in our hearts
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
If love was a fire then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light then we're lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport we're not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean then we are just a stream
Cause love isn't for me and you
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
Girl I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Girl you know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
[Bondan, Rabu 30 Agustus 2006, 09:05 PM, with tears. cause we're better off, separated.]
Friday, March 10, 2006
what a boring day | what a boring town
dont feel like doing anything
dont feel like writing a blog
dont feel like going anywhere
dont feel like watching anything
dont feel like listening anything
dont feel like..
dont feel like listening anything
dont feel like watching anything
dont feel like going anywhere
dont feel like writing a blog
dont feel like doing anything
dont feel.. nothing.
just.. boring.
feels like sleep.
[Bondan, Jumat 10 Maret 2006, 04:40 PM, currently boring. sooo boring.]
Monday, March 06, 2006
reunited | concluded
damn, that really hit me between the eyes, again. how many times have you ever turned overnight again? i did. again. last night i was so desperate about this relationship, and now we are reunited again.
reunited
hopefully happily ever after
end of the story
concluded.
[Bondan, Rabu 8 Maret 2006, 09:58 PM, currently happy.]
flooded and on fire | cruising the town
2:30 this afternoon. pergi nganter nyokap ke gajah mada, katanya sih mo ngambil tiket pesawat, besok mo ke surabaya. but damn! dari gw keluar rumah sampe mangga besar aja ujan udah segede2 umat. mana baru cuci mobil pula. cape dah. pas gue lewat mampang, banyak mobil mogok gara2 mesinnya kerendem air banjir. terang aja macet. pas di perempatan KFC [remember KFC? yang di kiri jalan tuh..] ada avanza [avanza apa xenia yak, gak gitu merhatiin] mogok, gw salip dong, pas gue nyalip, tiba2 ada asep item legam pekat tebel kentel naudzubillahmindzalik, ngebul seada2. pas gw liat lebih deket lagi ternyata ada warteg yang lagi on fire alias kebakaran. persisnya di pojok blok setelah KFC. kalo arah menuju kuningan kan KFC sebelah kiri jalan, abis itu kan ada perempatan, nah di blok setelah KFC itu pas banget di pojok ada warteg yg on fire tadi itu. gila dah, sempet2nya sih kebakaran padahal lagi ujan gede banget. gue langsung buru2 dengerin elshinta, telpon ke sana terus ngasih info nya. kayaknya gue yg pertama kali ngasih info deh, soalnya abis itu gue langsung disuruh stand by sama operatornya, katanya bentar lagi on air. eh beneran loh, tau2 radionya feedback pas gue ngomong sama penyiarnya, hehehe.. [ya iyalah feedback, goblog ah]
huff.. this town is so chaos.. well.. jakarta gitu loh..
[Bondan, Senin 6 Maret 2006, 04:29 AM, lagi kedinginan gara2 naek motor pagi2 buta dari jakarta ke karawaci, dan lagi "nganget" di warnet]
selamat tidur.. [ups, shalat subuh.]
Sunday, March 05, 2006
... | sleepless in town
nice. gue seharian ini belom tidur secara proper. padahal tadi pagi gue bangun jam 9 [maklum sabtu]. dan sekarang sudah jam tigaaa pagiii saudara saudara. saya harus segera menyentuh kamar dingin ber-ac dan menggelar selimut diatas badan saya. *lupa, matiin lampu dulu terus nyalain cd player, baru tidur* dengerin cd ah..
wait a minute. jam 3? yeah. great. bentar lagi gue. harus. shalat. subuh.
damn!
[Bondan, Minggu 5 Maret 2006, 03:04 AM, sebelom matiin lampu kamar dan nyoba tidur2an sambil dengerin cd.]
take me | a note
damn, that really hit me between the eyes. how many times have you ever turned overnight? i did. last night i was so desperate about this relationship, and before i know, i think i'm falling in love with her again. did i? or was it just me? my feelings? well, whatever. maybe i'm finally totally completely over her, maybe i don't. normally i do believe in "meant-to-be"s, but some recent accidents have made me lost my creed. you're having a relationship with other people, not because you two were "meant-to-be" together. it's because you struggle to get what you want or who you want. try staying at home, don't come out at all, guaranteed your "meant-to-be" will never even figure out where you live. *sigh*
oh hell. whatever. so here i am. struggling for my "meant-to-be". eventhough i don't know what's coming to me. but it's just must be probably maybe. well, no one knows about the future. but now i see things differently. maybe this is just my feelings, but i'm pretty sure about what i feel. i'm finally proud to be me. i'm finally proud to let loose. i'm finally proud to tell the world.
that i need someone like you
not this kind of loneliness
filled with emptiness
that i need someone like you
fill my heart with happiness
till the end of days
and i needed someone like you
please take me
oh take me and we'll fly away
oh, i never told you to buy this crap. lol.
[Bondan, Minggu 5 Maret 2006, 01:33 AM, inspired by someone whose recently being very helpful to me. but still, can't sleep. take me.]
take me | desperate ?
i still remember when it started
felt so lonely broken hearted
said i wasn't motivated
and i don't wanna talk about it
you live your life with no regrets
there's nothing to worry about it
but then i saw you walking alone
so this is me, i'm telling the world
that i need someone like you
not this kind of loneliness
filled with emptiness
and i needed someone like you
please take me
oh take me and we'll fly away
i never knew that love was around me
until you came and set me free
so please don't turn your back on me
cos this is me, i'm telling the world
that i need someone like you
fill my heart with happiness
till the end of days
and i needed someone like you
please take me
oh take me and we'll fly away
[Bondan, Minggu 5 Maret 2006, 00:36 AM, gak ada kerjaan. gak bisa tidur. you name it lah.]
Monday, September 05, 2005
reach for your dreams | an addition to the town
life is a game you'll just have to play
you cannot walk away
whenever you feel like you lost your way
trust in yourself and follow the sun
then you'll realize
the best in life is yet to come
people are known for their falling down
shatter and break down
losing the battle of endless war
but they also live to keep on fighting
rise and shine
for the pride and glory don't come easy
when you're facing death in hand
you'll feel that you're truly alive
no matter where you stand
just dont give up and keep the dreams alive
stand out !!
and watch your ground
believe in your way like the things that you say
break out !!
inside your heart
even if you got to shout out loud
reach out !!
above the sky
spread your wings and fly
you might not be the only one
but the least that you can do
is reach for your dreams
[Bondan, Senin 05 September 2005 03:08 PM, sambil dengerin lagu2 anime yg baru di download]
Monday, August 29, 2005
a lazy week | still in this town
rekaman..
tidur..
rekaman..
tidur..
morum..
cek friendster..
rekaman..
tidur..
rekaman..
cek friendster..
morum..
tidur..
- ngga ngapa2in seharian.. -
tidur..
morum..
cek friendster..
tidur..
tidur.
tidur?
bikin lagu deh.
males banget deh minggu ini..
no spirit at all..
hmm. kangen.
eh, tenang aja lagi, gw sendiri juga ngga ngerti arti tulisan gw diatas itu apaan..
[Bondan, Senin 29 Agustus 2005, 07:11 AM, dengan otak yang lagi agak gila, sambil bermalas-malasan.]
Thursday, August 25, 2005
starting day | a new side of this town
bleblebleblebleblebleblebleb..
fuaaaaaaaaaaaaaaaaaahh...
akhirnya selesai juga segala urusan pindahan.. fiuh.. lega rasanya.. semua tagihan udah kelar dilunasin, internet gw udah nyala lagi, dan skr gw duduk di kursi yg baru huhuhu.. asik, selamat tinggal pegel punggung gara2 kursi rusak sialan.. and this happens to be the best day of the month..
i'd like to call this a 'starting day'.. hey.. i'm feeling like writing a song, hahaha.. tapi sebelom itu, kayaknya gw mo makan dulu deh..
slurp!
[Bondan, Kamis 25 Agustus 2005, 08:18 PM, sambil ngebayangin makanan, laper. nyam. aaarrrggghh.. TAMBAH LAPER!!!]
Wednesday, August 24, 2005
moving night | another side of this town
what can i say? hahaha.. i packed all my stuffs at 8 PM, and then ready to go by 10 PM. i missed my girlfriend so bad that i decided to move my stuffs again to karawaci, where i can stay online for 24 hours. can't help it, online demands dude, geeheheee..
i reached the spot at barely midnight, yep, 12 in the AM that is. i was going to go looking for midnight snacks, but hey.. what good is a snack without getting my computer back online first? i can't just leave them on the floor. my hands reacted quickly. ok after a few sessions with dusts, finally my computer is back in action, so i switch the power on. but wait a minute..
the hard drive wasn't detected. what the f**k??? oh no you don't.. i'm not going anywhere until i get my computer back online and i can leave some messages to my girlfriend. so i do a little dust job again, and then i do the 'plug n pray' stuff. yea rite. don't even think to laugh. i said "please.. please.. i just wanna have a good night sleep, okay?" then i switch the power again and, *poof -- beep -- bzzzt* awrite... my old junk is back online again.. so i left some messages to my girlfriend, and then before i know it, it was already 2 in the morning.
damn.
i guess there goes my midnight snack. hahaha..
i'm thinking of a new haircut, so i took some photos and post them here, *yeah.. gondrong rulez.. hahaha..* oh well.. gotta take care of some things tomorrow, so i better get some rest before my midnight sleep turns into a morning sleep.. euh..
[Bondan, Rabu 24 Agustus 2005, 04:36 AM, still listening to my acoustic songs.. and still hungry for some midnight snacks..]
1st note from the hopes of this town
i pushed myself to the limit
but i always end up running in the same circles again
i tried to break the wall in front of me
but do i really have the strength to do it?
everything i do just seemed so wrong
i can't even done anything right
no matter how hard i struggle
i was always stuck
stuck somewhere near the starting line
while everybody go on with their new destinations
just as if i weren't there
sometimes i just wanna runaway from the reality
runaway to a place in my head
and i don't have to come back
so i did
i ran away
but even the further i ran, still, i'm stuck
i'm stuck with all my problems
so i stopped to catch my breath
and get ready to run again
but then
everything just went blur
and so does your eyes
no one's going to tell you what the future will be
you can only wonder
will you ever gonna make it?
think about it.
[Bondan, Rabu 24 Agustus 2005, 03:41 AM, while listening to my acoustic songs.]
huahm.. ngantuk.
Thursday, July 21, 2005
this town
wake up from my four post bed and take a look around
the fireplace still burning but it doesn't make a sound
i tried to find my cigarettes but it's nowhere to be found
and i wonder.. i wonder what the hell is going on
sometimes i think that maybe i should walk beyond the line
cos i just finally realize that i was left behind
this town has grown inside of me while i'm looking for a
peace of mind.. a lonely place where everything's just fine
i grabbed my keys and coat then drive along the neighborhood
a blind man came from nowhere and he's trying to cross the road
i'd like to stop and help him out but it's green light where he stood
still i wonder.. i wonder what the hell is going on?
stopped by on the local store near the station down the town
i asked the man to fill it up so i can drive back down
he seems to think what's right is wrong but i can only think of one..
will i ever gonna make it to this town?
ooh..
will i ever gonna make it to this town?
[Bondan, Kamis 21 Juli 2005, 01:24 AM, with a friend.]

